Tagih Tabungan Hari Raya, Warga Kutajaya Sukabumi Datangi Rumah Kolektor

oleh -116 views

Transmetro – Puluhan warga Kampung Benteng Tengah RT 05/04 Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mengaku jadi korban penipuan berkedok tabungan Hari Raya Idul Fitri.

Rabu, 21 April 2021, puluhan warga kemudian berkumpul dan mendatangi kediaman DP, salah satu kolektor atau koordinator pengumpul uang tabungan dari warga.

Berdasarkan penuturan warga, tabungan tersebut sudah dimulai dari 11 bulan yang lalu, di mana warga menyetorkan sejumlah uang rata-rata per hari Rp 5.000 atau per bulan Rp 150.000.

Informasi yang dihimpun, ada 200 lebih nasabah yang terdiri dari warga Kampung Benteng Tengah dengan uang terkumpul sekitar Rp 360 juta.

Tak ada informasi lebih lanjut mengenai nama lembaga atau perusahaan yang mengumpulkan uang milik warga tersebut, apalagi badan hukumnya.

Warga Kampung Benteng Tengah, Ahmad menuturkan, ia bersama istrinya menjadi nasabah agar uang terkumpul dan bisa meringankan kebutuhan di bulan Ramadhan dan bisa menyiapkan uang di Hari Raya Idul Fitri,

“Saya dan istri ikut paket itu untuk kebutuhan hari raya, tapi malah seperti ini, jadi tidak ada kejelasan,” ujar Ahmad

Ahmad juga mengaku sangat kecewa kepada kolektor atau koordinator tabungan karena belum memberikan kejelasan tentang pencairan tabungan. “Harusnya tanggal 10 April 2021 kemarin tabungan sudah ada pencairan,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, kolektor atau koordinator tabungan bernama DP justru mengaku ikut tertipu oleh pihak penanggungjawab tabungan yang berinisial HM.

“Saya juga merasa ditipu sama penanggung jawab saya yang sekarang sulit ditemui. Bahkan ketika didatangi ke rumahnya keluarganya pun tidak ada dan rumahnya kosong,” kata DP.

Warga Kampung Benteng Tengah RT 05/04 Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mengaku jadi korban penipuan berkedok tabungan Hari Raya Idul Fitri. – (SU/Ardi Yakub)

Namun demikian, DP mengaku akan bertanggung jawab. Ia terpaksa menjual rumahnya untuk mengganti uang nasabah tabungan tersebut.

“Insyaallah saya bertanggung jawab semampu saya. Saya mau jual rumah, sebagai bentuk tanggung saya sebagai pengelola,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *