Jama’ah Sholat ldul Fitri Antusias Dengarkan Isi Khutbah

oleh -168 views

Lebak, tranmetro.idRatusan umat islam melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442H/2021 Masehi secara berjamaah yang berlangsung di Mesjid Al Muhajirin Kampung Palaton Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (13/5/2021).

DKM mesjid Al Muhajirin cq Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bersama unsur tim penanganan Covid-19, menerapkan aturan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Seluruh pengurus dan jamaah diharuskan memakai masker, menjaga jarak  dan mencuci tangan  dengan hand sanitizer, sebelum memasuki mesjid.

Panita PHBI juga menyiapkan masker dan membagikannya kepada para jamaah yang tidak memakai masker.

Bertindak selaku lmam Sholat : KH Zaenudin, Khotib Ust Aldi Fahruroji  dan Bilal : Ust Lomri

Ust Aldi, dalam pesan khutbahnya menyampaikan, puasa yang dilaksanakan umat Islam satu bulan lamanya pada bulan Ramadhan, adalah sebuah proses pensucian jiwa  atau hati  dari niat yang buruk, benci, iri hati, sombong dan takabur.

Ibadah puasa adalah membimbing manusia agar pandai menahan diri, pandai mengendalikan diri dan tidak mudah marah.

Puasa juga mengajarkan kepada umat manusia agar  mampu menahan emosi .

“Puasa, sesuai dengan namanya Ramadan (Ramid, Romadon) adalah membakar, sehingga bagi manusia yang melaksanakan ibadah puasa secara khusyu dan sungguh-sungguh serta berserah diri kepada Allah SWT, maka seluruh dosa dan kesalahannya akan diampuni, Dia akan kembali menjadi manusia yang suci, manusia yang fitri,” katanya.

Ia juga memaparkan Pada saat sekarang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia sedang dilanda musibah yang cukup berat dan panjang, yaitu pandemi Covid-19.

Musibah ini telah memporakporandakan sendi-sendi kehidupan, ekonomi menjadi tidak stabil, daya beli menjadi menurun dan banyak para pekerja yang dirumahkan.

Pemerintah Indonesia sedang fokus menangangi penyebaran penyakit ini dengan biaya yang cukup besar, untuk  melindungi  segenap anak bangsa dari bahaya  pandemi virus ini.

Sudah dua kali, Idul Fitri berada pada kondisi seperti ini.

Tidak sedikit saudara-saudara kita yang berada diperantauan tidak bisa pulang kampung.

Anak tak berjumpa dengan orang tua, menantu tak ketemu dengan mertua.

Maka sikap kita sebagai orang yang beriman adalah harus tetap bersikap sabar, karena sikap sabar adalah perisai  yang mampu bertahan dalam situasi dan kondisi apapun.

“Jadikan sabar dan sholat sebagai  penolongmu, dan sesungguhnya sholat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu dalam melakukannya, sebagaimana firman Allah dalam Surat  Al Baqarah ayat 29″papar Ustadz Aldi

Sementara Ketua DKM Al Muhajirin KH Badrudin setelah melaksanakan sholat menyampaikan “Sabar dalam ajaran Islam bukan berarti diam tanpa usaha, tetapi sikap mental dan berserah diri kepada Dzat Yang Maha Kuasa dalam bentuk do’a  yang  diiringi  dengan usaha dan upaya, karena Allah SWT sangat menyayangi orang-orang yang beriman, beramal  sholeh  dan berkarya”. Ujarnya singkat. (Maman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *