Kasus Pencurian Alat Kesehatan di RSUD Adjidarmo Terungkap

oleh -229 views

Lebak. transmetro.idSatuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lebak Polda Banten melaksanakan Press Conference pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan alat-alat kesehatan di Gudang RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Kabupaten Lebak.(Selasa,18/5/2021)

“Tindak pidana pencurian ini diketahui  pelapor saudara M. Zulkarnaen sebagai kepala gudang ketika mengecek data  barang masuk dan keluar Gudang RSUD Adjidarmo, dan ditemukan adanya perbedaan jumlah barang- barang berupa alat-alat kesehatan seperti cairan inpus, Handcone, jarum suntik dan lain lain yang berkurang, kemudian pelaku melaporkan ke Polres Lebak dan dilakukan penyelidikan” ujar Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana,SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Indik Rusmono,SIK,MH.

Indik menyampaikan Pelaku ada tujuh orang dengan peran masing- masing yaitu
1. Tersagka inisial ( S ), karyawan RSUD, perannya  masuk ke dalam gudang dengan mencokel jendela kemudian mengambil barang dari hasil tersebut mendapatkan bagian sebanyak Rp 6 juta rupiah.
2. Tersangka Inisila ( J ), Security perannya mengawasi gudang dan mengangkat barang curian Rp 450 ribu. 3. Inisial ( T ), karyawan mengawasi dari luar dan membawa ke mobil Rp 5.500.000.-
4. Tersangka ( RJ ), security RSUD, perannya mengawasi sekitar gudang dan mengangkut ke mobil dan mendapatkan bagian sebesar Rp.2.300.000,-
5.Tersangka ( AW ), karyawan, perannya mengangkut barang hasil curian dan menyediakan kendaraan mendapatkan bagian uang Rp 3.800.000,-
6. Tersangka Inisial ( SU ), karyawan cleaning servis peran mengangkut barang ke mobil dan mendapatkan bagian Rp. 900.000,-
7.Tersangka inisial ( I ),PNS, perannya mengangkut kedalam mobil kemudian menghubungi Saudara ( A ) setelah ada hasil pencurian dan mendapatkan bagian sebesar Rp 6.450.000,-, akibat kejadian tersebut  RSUD Adjidarmo mengalami kerugian sebesar Rp 85.038.000,- sesuai hasil audit sementara RSUD Adjidarmo Rangkasbitung” Jelas indik

Ia juga menyampaikan dari hasil penyelidikan kepolisian ada lima kejadian yaitu pada tanggal 16 April 2021, 18 April 2021, 28 april 2021, 2 Mei 2021, 6 Mei 2021.

“Cara menjual atau memasarkan
tersangka inisial ( A ) dengan cara memposting di medsos dan melakukan transaksi di daerah Tanggerang, untuk penadah masih dalam pendalaman dan penyelidikan” ungkap indik

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KHUP dengan ancaman 7 ( tujuh) Tahun penjara” Pungkasnya.

(maman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *