Mudik Dilarang, Wakil DPRD Kabupaten Sukabumi Nilai Berdampak Buruk Untuk Sektor Ekonomi

oleh -90 views

Transmetro – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi M Sodikin angkat bicara terkait larangan mudik hari perayaan Idul Fitri pada tahun ini.

Menurutnya, kesepakatan untuk melarang tradisi tahunan itu merupakan sebuah upaya yang tuju untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Oleh sebab itu ia meminta kepada masyarakat luas untuk menanggapi dan mengindahkan kebijakan tersebut dengan positif.

“Larangan mudik ini adalah komitment memutus mata rantai penyebaran Covid. Tentunya perlu diapresiasi oleh semua pihak,” ujar saat dihubungi Jurnalsukabumi.com, Selasa (4/5/2021).

Namun di samping itu terdapat sebuah dampak buruk yang dirasakan oleh sebagian masyarakat kecil. Sodikin menerangkan, salah satunya penyedia jasa tranportasi. Maka dari itu, menurutnya pemerintah harus mencari solusi bersama sehingga perekonomian dalma berjalan normal dan meningkat.

“Harus dicarikan solusi bersama dalam hal kegiatan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan supaya ada pemicu perputaran uang yang bisa membangkitkan geliat ekonomi masyarakat,” ucapnya.

“Karena biasanya hari lebaran itu berdampak baik untuk ekonomi di daerah karena adanya mudik orang perkotaan ke pedesaan. Tatkala mudik tidak terjadi maka harapan transaksi ekonomi di daerah tidak akan terjadi justru transaksi ekonomi hanya ada dipusat kota aja,” paparnya.

Selain itu pemerintah juga harus tegas dalam mencegah masyarakat untuk merayakan libur lebaran. Sodikin menuturkan, pasalnya hal itu juga dapat berpotensi menjadi penyebab kluster baru.

“Harus ada kepastian juga terkait kebijakan wisata kalau komitmenya pencegahan penyebaran covid wisata berpotensi menjadi kluster,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *