Presiden Minta Daerah Antisipasi Lonjakan Covid -19, Marwan” Kita Sudah Lakukan Sedari Awal”

oleh -73 views

Sukabumi, transmetro.id Selasa, 18 Mei 2021, laporan, infkbsm.

TRANSMETRO.-Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari Pendopo mendengarkan pengarahan Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo yang disampaikan secara virtual kepada seluruh Kepala Daerah se Indonesia, Senin (17/5/2021).

Dalam pengarahannya, H. Joko Widodo mengatakan, pasca lebaran Idul Fitri 1442 hijriah semua daerah harus hati-hati. Sebab, potensi kenaikan kasus baru covid 19 bisa diakibatkan karena mudik. “Pasca lebaran ini, hati-hati dan harus waspada,” ujarnya.

Terkait hal itu, semua daerah harus gencarkan kembali testing, tracing, dan treatment. Sehingga, pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.

“Semua harus sama sama melalukan testing, tracing, dan treatment. Bahkan, semakin banyak testing semakin baik, Selain itu, ratio keterisian tempat tidur di rumah sakit harus diawasi” tambahnya

Presiden menambahkan bahwa target nasional terkait keterisian tempat tidur rumah sakit di bawah 50 persen. Bahkan secara nasional berada di angka 29 persen. Meskipun beberapa provinsi masih ada yang berada di atas 50 persen

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah sedari awal mengantisipasi lonjakan pemudik, salah satunya dengan menutup semua akses kedatangan ke Kabupaten Sukabumi.

“Kita sejak awal sudah mengantisipasinya dengan menutup semua akses. ditambah dengan pelaksanaan PPKM,” terangnya.

Bahkan, Dinas Kesehatan telah menyiapkan tes antigen di daerah yang paling banyak didatangi pemudik untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid 19.”Kita testing, tracing, dan treatment. Bahkan, proses tracing di Kabupaten Sukabumi melibatkan berbagai pihak dengan tujuan bisa melakukan pelacakan sampai ke akar-akarnya. Sehingga tidak ada yang terlewatkan,” bebernya.

Mengenai keterisian tempat tidur di rumah sakit, menurut H. Marwan berada di bawah 50 persen. “Kita 30 persen (keterisian tempat tidur di rumah sakit). Namun angka kesembuhan mencapai 94,94 persen,” pungkasnya.

Editing, Frans Hp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *