Ngeri! Ketua DPRD Ungkap Kondisi Lonjakan Covid-19 di Kabupaten Sukabumi

oleh -88 views

Transmetro Ketua DPRD Yudha Sukmagara mengaku ngeri dengan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Yudha mengajar warga dari seluruh lapisan proaktif melawan penyebaran virus corona, untuk menghindari dampak fatal dari pandemi ini yaitu angka paparan yang tinggi dan kolapsnya fasilitas kesehatan.

Yudha mengaku syok karena Sukabumi sudah masuk ke zona mengkhawatirkan untuk paparan covid-19. Ini berdasarkan angka keterisian ruang isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Sukabumi, baik RSUD Palabuhanratu ataupun RSUD Sekarwangi.

“Jumlah orang yang dirawat akibat Covid-19 di dua rumah sakit ini terus bertambah. Virus ini gak bisa dilihat oleh mata, perlu sebuah langkah kongkrit, sistem kuat agar bisa meredam laju penyebaran covid-19,”  ujar Yudha kepada awak media Senin (21/6/2021).

Yudha mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah daerah, TNI, Polri terutama dengan skema penyekatan di beberapa pintu masuk Kabupaten Sukabumi. “Kalau tidak diadakan sebuah skema sistem yang sesuai dengan kondisi karakteristik Sukabumi yang sangat luas akses masuknya dimana mana ini akan sulit,” jelas Yudha.

“Kita khawatir dan menduga ini adalah dampak atau kluster dari hari raya idul fitri kemarin. Sebentar lagi kita menghadapi hari raya idul adha hari raya qurban, ini harus diantisipasi bersama,” sambungnya.

Untuk itu, Yudha menghimbau kepada masyarakat Sukabumi karena yang paling dekat dengan Ibukota setelah Bogor, Bandung setelah Cianjur, harus memperketat prokes, menahan diri untuk tidak berkumpul ramai ramai. “Covid itu ada, saya lihat sendiri banyak sekali sahabat kita meninggal dunia, perlu adanya sebuah strong agreement seluruh masyarakat Sukabumi agar kita sepakat lawan covid karena kalau tidak dari diri sendiri, hanya pemda saja, DPRD, Polres dan TNI saja tidak cukup dan akan sulit,” bebernya.

DPRD juga berharap anak-anak bisa segera belajar di sekitar dan kembali ke kehidupan normal. “Kita sangat merindukan itu, kita kembalikan ke masyarakat dan diri kita masing masing yuk kita jaga prokes, kalau gak penting lebih baik diem di rumah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *