Pencari Impun Tenggelam di Muara Sungai Cimandiri Laut Palabuhanratu

oleh -76 views

Transmetro – BGS remaja 19 tahun asal Kampung Simpenan, RT 04 / RW 10 Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi dilaporkan tenggelam di Muara Sungai Cimandiri Palabuhanratu, Minggu (6/6/2021).

Kronologi dari lokasi kejadian, peristiwa tenggelamnya korban terjadi sekitar pukul 18.00 WIB petang tadi.

Korban diduga terseret arus dan tenggelam di Muara tempat bertemunya aliran Sungai Cimandiri dengan Laut Selatan Palabuhanratu.

Korban bersama Ayah dan satu teman lainnya sejak siang hingga sore tadi mencari Ikan Impun (Teri).

Untuk ke lokasi pencarian Impun  mereka bertiga harus menyebrang melintasi aliran Sungai Cimandiri.

Saat berangkat mencari ikan teri, mereka bertiga seberangi aliran Sungai Cimandiri menggunakan Perahu.

Namun saat tiba waktunya pulang sore itu, mereka bertiga mendapati Perahu yang mengantar mereka sebelumnya melintasi Sungai Cimandiri sudah tidak ada di tempatnya disimpan.

Mengingat hari semakin gelap, ketiganya memutuskan untuk seberangi Muara Sungai yang ukurannya cukup besar itu dengan cara berenang.

Kapolsek Simpenan Iptu Dadi kepada TatarSukabumi.ID membenarkan Pihaknya telah mendapat laporan atas insiden kecelakaan laut ini.

“Dari keterangan saksi, Korban bersama ayah dan satu teman lainnya berenang menyeberangi sungai disekitar muara Cimandiri Loji.

“Korban berenang paling belakang, saat itu posisi ombak sedang besar di Laut sehingga air di Muara Cimandiri ikut pasang, diduga korban tenggelam dan terseret ke laut,” ungkap Iptu Dadi, Minggu (6/6).

Teman Korban bernama Angga, sempat melihat BGS melambaikan tangan namun saat itu arus Sungai Cimandiri cukup deras ditambah ombak laut Palabuhanratu cukup tinggi sehingga tubuh korban sempat terlihat Angga terseret arus.

“Rekan korban juga sempat melihat saat kejadian namun tidak banyak yang bisa dilakukan,” jelas Dadi.

Hal senada diungkap Yayan Bastiar, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan menurutnya kondisi Laut Palabuhanratu sedang tidak bersahabat.

“Saat pulang mencari Impun mereka menyebrangi sungai dengan cara berenang, lalu terseret arus kebetulan air laut sedang pasang,” jelas Yayan dari lokasi kejadian.

Setelah mendapat laporan sambung Yayan, Tim SAR yang juga melibatkan Unsur Muspika Simpenan, Pemerintah Desa Loji dan Cidadap, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta relawan dan warga melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Hingga menjelang tengah malam tadi, upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan.

“Hingga pukul 22.35 WIB pencarian masih nihil. Untuk sementara proses pencarian korban dihentikan.

“Pencarian akan dilanjutkan kembali besok pagi, Pihak keluarga bersama sejumlah Anggota dan relawan masih ada yang standby di lokasi.” ungkap Yayan Malam dini hari tadi, Senin (7/6/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *