Ada Pelonggaran, Ini Aturan PPKM Level 4 yang Dikeluarkan Pemkot Sukabumi

oleh -67 views

SUKABUMI – Pemkot Sukabumi akhirnya mengeluarkan aturan PPKM Level IV sesuai Intruksi Mendagri. Meski ada pelonggaran dibanding sebelumnya, di aturan yang dibuat,  masih ada pembatasan.

‘”Sebagaimana arahan dari Presiden RI Joko Widodo kemudian ditindaklanjuti oleh Instruksi Mendagri di mana Kota Sukabumi masih masuk PPKM level 4,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Namun ada perbedaan di PPKM Level 4 ini, karena akan dilakukan pelonggaran kepada masyarakat.

Diantaranya para pedagang kaki lima (PKL) atau pedagang yang dalam aturan sebelumnya tidak boleh berdagang, namun dalam perpanjangan level 4 dari 26 Juli hingga 2 Agustus PKL boleh berdagang.

Selanjutnya pertokoan non esensial juga boleh buka hanya tetap dilakukan pembatasan, diantaranya pembatasan jam operasional seperti PKL dan warteg dibatasi hingga pukul 20.00 WIB dan pertokoan boleh buka hingga pukul 15.00 WIB.

Sementara yang lainnya seperti pembelajaran, sektor esensial dan industri masih sama dengan aturan sebelumnya termasuk ruang terbuka publik. Intinya berdasarkan Inmendagri Nomor 24 tahun 2021 terkait pertokoan dan PKL boleh buka dengan pembatasan dari jam operasional.

” Namun demikian tidak bisa dipungkiri kita masih level 4 zona merah. Jadi bukan berarti sudah bebas melaksanakan kegiatan ada pembatasan,” kata Achmad Fahmi.

Khususnya, berkaitan dengan waktu dan tempat. Misalnya, rumah makan cafe dan sebagainya boleh buka akan namun tidak bisa makan di tempat.

Pengetatan lainnya lanjut Fahmi, forkopimda bersepakat sebagaimana arahan dari pemerintah pusat soal adanya pengetatan yang berkaitan dengan arus lalu lintas. Di mana Polres membuat ring 1, ring 2, dan ring 3 didasarkan kepadatan mobilisasi masyarakat.

Misalnya ring 1 tidak dapat dilalui arus lalu lintas dalam artian dilakukan penyekatan atau penutupan. Sementara ring 2 dan 3 evaluatif dilakukan penyekatan atau dibuka berdasarkan situasional, ketika terjadi peningkatan arus kendaraan.

Walikota Sukabumi berharap masyarakat harus mengetahui Kota Sukabumi masih level 4 atau zona merah. Sehingga harus adanya dukungan dari masyarakat supaya turun level.

Jangan sampai saat ini atas kebijakan presiden dilakukan ada kelonggaran, namun tiba tiba masyarakat euforia dan tidak disipilin protokol kesehatan yang akan menyebabkan kasus baru dan angka kematian naik.

Hal ini dikhawatirkan sebabkan Kota Sukabumi bisa jadi masuk ke zona yang tidak diharapkan seperti zona hitam atau zona lainnya.

”Saya berharap pelonggaran yang diberikan pemerintah pusat dimanfaatkan sebaik-baiknya tanpa mengendorkan protokol kesehatan tetap disiplin dan ikuti arahan dari pemerintah pusat,” pungkas Fahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *