Pengakuan Mak Iyom yang dirampas Dagangannya saat Dirazia, Nitizen Ungkap Kelakuan Oknum Petugas

oleh -88 views

Transmetro–  Mak Iyom (55) warga Desa manggis Kecamatan Cantanyan Kabupaten Sukabumi mendadak viral di media sosial, setelah postingan nitizen di akun @vera.frima di Instagram Story miliknya dan menandai akun @sukabumitoday.Berdasarkan penelusuran Radarsukabumi.com mencari kebenaran awal kejadian tersebut. Ditemukan sejumlah fakta baru.

Kejadian yang dilakukan oleh Oknum petugas itu terjadi pada saat setelah Lebaran Idul Adha, diketahui terjadi kejadian itu saat salah seorang Nitizen melakukan silaturahmi ke Kampung Halaman keluarga yang berada di Kampung Sindang Kecamatan Cicantanyan. Disana beberapa warga bercerita tentang kisah Mak Iyom soal terkena Razia hingga barang dagangannya yakni Gula Aren Disita oknum petugas.

“Pas silaturahmi ada yang cerita, bahwa Mak iyom kena razia, Gulana dicandak lima (gulana diambil lima red). Pada hari itu hari Kamis saat main ke kebun, terus ketemu langsung Mak iyom. karena saya terbiasa membeli gula tersebut saat lewat ajak ngobrol, dan disana awal mak Iyom cerita, “ujar Nitizen yang tidak mau disebutkan namanya.

Dirinya juga mempertanyakan secara jelas kronologis perampasan gula aren oleh oknum petugas. Menurutnya, gara-gara tidak mengenakan masker dan tidak membawa KTP. “Dia bilang, Umi teh dirazia gara-gara teu nganggo masker jeung teu nyandak KTP (tidak bawa masker dan KTP red), “Ujar Nitizen yang menirukan ucapan Mak Iyom saat dihubungi via seluler.

Sebetulnya pada saat di razia oleh oknum petugas, mak Iyom bukan tanpa perlawanan. Hanya saja ada sebagian petugas yang terlihat menakut-nakuti. Bahkan mak Iyom bersikukuh untuk mempertahankan dagangannya. “Katanya dagangannya tiba-tiba diambil, Mak iyom melawan dengan berbicara, ‘Emak mah saukur Ngadagangkeun Hungkul Nu Batur, cing karunya, (Emak mah hanya dagang saja punya orang red). Nah mendengar jawaban gitu, petugasnya bilang. Sekarang mah nyuhunkeun Rhidonya we ieu bade diambil (Sekarang mah minta ridhonya saja), “Cetus Nitizen tersebut menirukan kembali perkataan mak Iyom.

Lebih lanjut, Dirinya mengakatan akibat merasa takut dirazia oknum petugas dirinya secara pasrah memberikan dagangannya kepada oknum petugas tersebut. “Ia sok ambil we asal emak tong dikukumaha, (Silahkan ambil asal emak tidak diapa-apakan red), itu pengakuan Mak Iyom pada saya. Saya juga merasa kasian ketika ada oknum melakukan hal sewenang-wenang seperti itu, “tandasnya.

Sebelumnya, Mak Iyom terjaring razia Satpol PP tidak menggunakan Masker saat berjualan Gula Aren di Wilayah gang Kampung Cibiru Desa/Kecamatan Cantanyan beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *