768 Baby Lobster Ilegal Berhasil Diamankan Polres Sukabumi Dari 2 Pelaku Wisatawan

oleh -49 views
Polres Sukabumi
Foto Dok/Humas Polres Sukabumi.
Sukabumi, transmetro.id, Rabu 13 Oktober 2021, Laporan : Linda Herlina.

 

TRANSMETRO.ID-Sebanyak 443 benur jenis pasir dan 325 benur jenis mutiara, berhasil diamankan pihak Sat Reskrim Polres Sukabumi dari dua orang pelaku berinisial RN (35) dan RA (20). Berdasarkan pemeriksaan kedua pelaku mengaku berprofesi sebagai wiraswasta.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi Kasat Reskrim Akp Rizka Fadhila disaksikan petugas Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan kasus dugaan jual beli benur secara ilegal, dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Rabu (13/10/2021).

“Kedua pelaku RN dan RA ini, mengaku akan membawa dan menjual benih lobster atau benur kepada seseorang Mr. X yang masih dalam pendalaman dan pengejaran pihak Sat Reskrim,” kata
AKBP Dedy Darmawansyah.

Dalam pengungkapan kasus benur ilegal tersebut, menyusul adanya himbauan dari Kepada DPK Kabupaten Sukabumi pada 20 Nopember 2020, tentang himbauan agar masyarakat secara umum tidak menangkap benur apalagi di ekspor.

“Rencananya benur tersebut akan dikirim ke Mr. X yang masih kita dalami. barang bukti yang kami amankan sekitar 768 ekor dengan dibungkus 6 plastik bening. Pelaku diduga melanggar UU Perikanan dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara,” tegas AKBP Dedy.

Bedasarkan pemeriksaan, para pelaku RN, RA maupun Mr. X diketahui tidak mempunyai tempat untuk budi daya benur. Sehingga para pelaku tidak masuk dalam kriteria yang diizinkan untuk melakukan pengambilan, pengumpulan dan memperjualbelikan benih bening lobster berdasarkan norma, standar, prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Dengan disaksikan pihak terkait, kami kembali melepas benur hasil pengungkapan tersebut di laut lepas Pantai Batu Bentang Palabuhanratu. Diharapkan ratusan benur kembali dapat berkembang biak dan pada saatnya bisa dipanen oleh para nelayan dengan nilai jual yang lebih menguntungkan dari sisi ekonomi,” tandasnya.

Red : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *