Diduga Adanya Praktek Aliran Sesat di Sukabumi, Rumah Milik AS Diontrog Warga

oleh -123 views

 

TRANSMETRO.ID, Sukabumi-Sekumpulan warga bergerombol mendatangi rumah warga yang diduga aliran sesat di Kampung Citangkalak RT. 05/10, Desa Bojong Sawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021).

Informasi yang dihimpun, kejadian dugaan adanya praktek aliran sesat yang dipertanyakan warga saat mendatangi rumah milik AS (60). Kejadian tersebut hingga viral di grup pesan singkat WhatsApp, dokumentasi video berdurasi 0,26 menit dan 0,37 menit ramai diperbincangkan.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga saat mempertanyakan dugaan adanya praktek aliran sesat. Tampak sejumlah anggota kepolisian menjaga untuk menghindari terjadinya kerumunan dan tindakan anarkistis.

Diduga
Foto Dok.

“Ya kang, setelah mengetahui adanya indikasi aliran sesaat, warga berbondong-bondong mendatangi rumah tersebut. Warga menilai, tuduhan aliran sesat itu dibuktikan dengan ditemukannya gambar yang dipasang pemilik rumah menandakan adanya penggabungan simbol agama yang membuat aneh,” kata Ahmad Hilal, warga Kecamatan Kebonpedes, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Selain itu, tampak ada tulisan yang dibubuhkan dalam selembar kertas karton putih yang dipasang di dingding rumah yang berisi, ” Kalimat basmalah dalam tulisan arab lalu disusul dengan tulisan 5 Gol.Org.Beriman Menurut Allah. Yahudi, Shobiin, Nashoro, Mazusi dan Musyrik,”.

“Informasi pemilik dan terduga sudah diamankan di Polres Sukabumi Kota. Semoga isu seperti ini tidak kembali terjadi di Kebonpedes, tentu membuat kegaduhan dan isu sara yang bisa menganggu keutuhan antar umat agama,” tandas dia.

Diduga
Foto Dok.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Kebonpedes, IPTU Tommy Ganhani Jaya Sakti membenarkan adanya masyarakat yang mendatangi rumah kediaman AS (60), sekitar pukul 10.00 WIB dan situasi di lokasi sudah kondusip tidak ada bakar-bakaran di lokasi tempat kejadian perkara.

“Adanya simbol penggabungan agama itu sudah dicopot. Sementara masyarakat berhasil diredam. Alhamdulillah dalam kejadian tadi tidak ada pengrusakan dan tidak ada kejadian yang anarkis,” paparnya.

 

Red : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *