Dua Program Pemkot Sukabumi Masuk Top 45 Inovasi Jabar 2021

oleh -20 views

SUKABUMI–Sebanyak dua inovasi Pemkot Sukabumi masuk dalam top 45 inovasi Jawa Barat 2021. Nantinya ke 45 inovasi ini akan dinilai untuk masuk ke dalam 10 besar top inovasi Jabar.

Dua inovasi Pemkot Sukabumi yang masuk top 45 inovasi Jawa Barat 2021 yakni Inovasi Sistem Cepat Penanganan ODGJ Terpadu (Sicepot) Puskesmas Tipar Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Sementara inovasi kedua yakni Strategi One Roof atau one region one offtaker dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi.

” Dalam Top 45 Inovasi Jabar ini ada dua inovasi Pemkot Sukabumi yang masuk,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Kamis (7/10). Hal ini disampaikan disela-sela Kick Off penilaian presentasi dan wawancara 45 finalis Top Inovasi Jawa Barat 2021 secara virtual di Balai Kota Sukabumi, Kamis (7/10).

Harapannya kata Fahmi, inovasi ini bisa masuk dalam top 10 inovasi Jabar. Digulirkannya inovasi ini dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada warga.

Fahmi mengatakan, Layanan Inovasi Sistem Cepat Penanganan ODGJ Terpadu (Sicepot) ini digagas Puskesmas Tipar Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. ” Kami melaksanakan vaksinasi bagi ODGJ yang baru pertama kali dilakukan,” kata Fahmi.

Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada ODGJ dan juga warga sekitar yang belum divaksin. Fahmi mengatakan, inovasi puskesmas Si Cepot adalah sistem pelayanan penanganan ODGJ secara terpadu sehingga dijaminkan ketika ada ODGJ di Kota Sukabumi mampu tertangani dengan baik dari sisi kesehatan, mentalitas, dan sosial.

Pembukaan kegiatan Kick OfF Top 45 inovasi Jabar 2021 dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. ” Inovasi dalam menjalani kehidupan untuk ke arah perubahan lebih baik,” ujar Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Bukan hanya inovasi di bidang ekonomi, pendidikan dan lainnya tapi inovasi dalam reformasi birokrasi.

Dalam artian reformasi perubahan penyelenggaraan pemerintahan seperti prinsip efisiensi, perbaikan, efektivitas, kualitas baik pelayanan, juga hindari konflik kepentingan diantara birokrasi termasuk keterbukaan nilai kepatutan dan nilai tanggungjawab yang kuat. Hal ini untuk kepentingan bangsa dan negara.

” Pemprov mendukung kegiatan ini akan lahir inovator baru membawa kebaikan pada Jabar, karena kabupaten kota baik maka Jabar akan baik dan hebat,” ungkap Uu. Sehingga pemprov mendorong bupati/wali kota melahirkan inovasi terbaik. Sehingga ia mengucapkan selamat kepada finalis yang akan jalani seleksi dan wawancara mulai 7-15 Oktober 2021.

sumber : Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *