Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional, Kecamatan Warudoyong Urutan I Pembuatan Film Video Kebencanaan Tingkat Kota Sukabumi

oleh -40 views

Kota Sukabumi, transmetro.id, Selasa, 12 Oktober 2021, Laporan : Rudi Samsidi.

TRANSMETRO-Pada 13 Oktober 2021 diperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional di seluruh dunia. Dalam peringkat tersebut, di Kota Sukabumi diisi dengan berbagai kegiatan, seperti halnya lomba pembuatan film/video tentang kebencanaan HKB dan rangkaian bulan Bhakti Pengurangan Risiko bencana.

Informasi yang dihimpun, rangkaian lomba pembuatan film/video tentang kebencanaan HKB dan rangkaian bulan Bhakti Pengurangan Risiko bencana. Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi meraih urutan pertama dalam film/video kebencanaan HKB dan rangkaian bulan Bhakti Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2021.

“Selamat untuk Kecamatan Warudoyong beserta jajarannya yang telah meraih urutan pertama dalam film/video kebencanaan HKB dan rangkaian bulan Bhakti Pengurangan Risiko Bencana tingkat Kota Sukabumi. Serta kami ucapkan terimakasih kepada Kelurahan Cikundul , Cipanengah, Lembursitu , Sudajaya Hilir dan PMI yang ikut memeriahkan Pengurangan risiko Bencana termasuk kelurahan lainnya yang telah menggelar Giat Aksi bulan PRB di Kota Sukabumi pada bulan Oktober 2021,” kata H Imron Kepala BPBD Kota Sukabumi, dalam pesan rilisnya, Rabu (13/10/21).

Lanjut H. Imron, 13 Oktober dunia memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional. Dimana pada tahun 2009, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 13 Oktober sebagai hari peringatan tersebut, Dimana bertujuan untuk mendorong masyarakat dan pemerintah untuk ambil bagian dalam membangun masyarakat yang tahan terhadap bencana alam.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang berada dalam Ring of Fire atau Cincin Api. Wilayah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Maka, Indonesia sering mengalami bencana alam terkait gempa bumi dan gunung meletus, termasuk bencana hidrometeorologi atau bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan badai angin,” papar H. Imron.

Seperti halnya, jelas H. Imron, Indonesia memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional dengan menetapkan bulan Oktober setiap tahun sebagai Bulan Pengurangan Risiko Bencana.

“Bangsa Indonesia diingatkan kembali untuk selalu waspada terhadap bencana alam. Pengalaman menunjukkan, bencana alam tidak selalu terjadi karena fenomena alam, melainkan pula karena rusaknya ekosistem akibat eksploitasi alam secara terus menerus dan luas, serta pemanasan global dan perubahan iklim,” tandasnya.

Red/Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *