Kasus Dugaan Ayah Tiri Rudapaksa Bocah di Bawah Umur di Sukabumi, Ketua DPRD Marah

oleh -20 views

SUKABUMI – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara menanggapi ada dugaan kasus rudapaksa oleh ayah tiri terhadap anak di bawah umur di Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dirinya marah mendengar kabar tersebut. Ia meminta penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya.

“Intinya prihatin, marah, kecewa dan juga pelaku ini harus diberikan hukuman yang seberat-beratnya supaya memberikan efek jera bagi yang melakukan hal-hal tersebut, bagi si anak harus segera diraih, berkolaborasi mengembalikan mental si korban, ini kan sekarang sedang digodog (Perda) ini untuk melindungi anak dan perda ini harus tajam, Perda ini dibuat jangan hanya seremonial saja, harus betul-betul tajam dan melindungi masyarakat,” kata Yudha via telepon, Rabu (13/10/2021).

Sebelumnya, Kapolsek Curugkembar AKP Muhlis mengatakan, peristiwa itu terakhir terjadi pada Agustus 2021 lalu.

Pihaknya mendapatkan laporan kasus itu Senin (11/10/2021) kemarin. Ia mengatakan, korban datang bersama ayah kandung dan neneknya ke Polsek Curugkembar melaporkan kasus tersebut.

“Kronologi kejadian diduga pelaku melakukan pencabulan tersebut dengan cara menarik korban yang sedang tidur di kamarnya,” ujarnya via Whatsapp, Selasa (12/10/2021).

Menurutnya, korban diduga sudah 10 kali dirudapaksa oleh H (59) ayah tirinya. Selain dirudapaksa, saat menjalankan aksinya korban dibekap menggunakan bantal.

“Disamping menyetubuhi korban, pelaku membekap muka korban dengan menggunakan bantal. Disamping itu pelaku mengancam korban bilamana menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain, maka korban akan dibunuh. Kejadian tersebut sudah terjadi sebanyak 10 kali dan kejdian tersebut terakhir terjadi pada bulan Agustus 2021,” jelasnya.

“Korban dan pelaku tinggal satu rumah dan pelaku merupakan ayah tiri korban,” ucapnya.

Diketahui, saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan dan masih dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi.

“Perkara tersebut kami serahkan ke Polres untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” katanya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *