Ketua Dewan Penasehat AIPBR Minta Kadis Evaluasi Surat Edaran Larangan Buku LKS.

oleh -63 views

BOGOR. -Keluarnya surat edaran Disdik No. 800/439-Disdik. perihal penjualan buku LKS disatuan lingkungan SD dan SMP menuai protes. karna dinilai krontro versi selain itu banyak menjadi pertayaan dari walimurid terkait surat edaran Disdik kabupaten Bogor tersebut.

Hal tersebut seperti disampaikan Ketua Dewan Penasehat AIPBR yang angkat bicara dan menanggapinya.

Menurutnya, “Surat Edaran yang di keluarkan “Djuanda Dimansyah. SE. MM. Kadisdik semestinya ditinjau ulang karna mendapat protes dari banyak walimurid sebab anak mereka apa pun,

Alasannya sangat butuh buku LKS. ‘Jelas Ketua Dewan Penasehat APBR tersebut. Dijelaskan juga ultimatum larangan tidak boleh memperjualbelikan buku (LKS) saya nilai sepihak. selain mengadung unsur pungli. Tapi hanya buku LKS saja,

Seharusnya. “Saya minta pungutan lain juga harus diawasi seperti halnya kewajiban para siswa-siswi diwajibkan beli baju seragam dan lain sebagainya, “Nah ini saya kira bentuk pelanggaran. secara hukum

” Karna itu ultimatum dalam edaran tersebut harus di sesuaikan dengan regulasi Permindikans agar tidak terbentur dengan PP Nk. 17/Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelengaraan pendidikan.

Artinya bersih dari bentuk apa saja, yang merugikan pihak walimurid.”terangya.

Bahkan Leo Purba SE. SH sempat memperoleh Informasi dari salah seorang walimurid seperti yang dikutip cybernewsnasional.com

Anak sangat sulit belajar tanpa buku. LKS. Di sisi lai para kepala sekolah di lematis karna desakan walimurid agar siswaya memiliki buku LKS dalam rangka peningkatan (KBM) oleh sebab itu

terbitnya surat edaran No 800/439-Disdik, tentang larangan penjualan buku LKS. Kita harpakan di tinjau ulang menyusul banyak para walimurid membutuhkanya meskipun tidak secara langsung dari penyalur (Distributor)

“Anak kami tanpa buku LKS. sulit. belajarnnya kami berharap agar bisa membeli lagi”Ungkap. sumber CNN seraya enggan menyebutkan jatidirinya.

Diketahui para walimurid berharap Kadisdik memberikan solousinya dan mengambil langkah dalam meningkatkan Mutu KBM karna.

Bagimereka ada isubsekolah jual buku LKS bukan rahasia sebab terdesak dengan kebutuhan walimurid. Bahkan jika merujuk

PP. No. 17/Tahun 2010 tentang, pengelolaan dan penyelenggaranP Pendidikansemestinya dapat pengawasan ketat dari pihak disdik dan bukan hanya buku LKS-saja.

Sumber : cybernewsnasional.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *