Oknum Kades di Sukabumi Diduga Minta Jatah Uang Program P3-TGAI PUPR

oleh -260 views
Oknum
Foto ilustrasi.

 

TRANSMETRO.ID, Oknum Kepala Desa berinisial N (50) di Wilayah Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, diduga minta jatah atas program pelaksanaan pembangunan Tembok Penah Tanah (TPT) yang berlokasi di Kampung Pulopanggang RT 01/10 Desa Langansari, Kecamatan Sukaraja.

Hal tersebut dikeluhkan Ace Ketua P3-TGAI Mitra Cai Tani Lestari, mengaku geram atas permintaan oknum Kepala Desa (Kades) berinisial N, dimana telah meminta uang dengan dasar ganti rugi bekas perjalanan dinas, mengawal program P3-TGAI Kementerian PUPR dengan pagu anggaran Rp195 juta, hingga dikerjakan oleh pihak P3A Mitra Cai Tani Lestari.

“Ya, pak kades (berinisial N-red) beralasan meminta uang atas program tersebut, sudah 4 kali bulak balik ke Bandung. Menurut saya ini tidak jelas juklak juknisnya,” kata Ace Ketua P3-TGAI Mitra Cai Tani Lestari, Kamis (21/10/21).

Disela pemaparannya, Ace memperlihatkan tanpa bukti kwitansi penyerahan uang sebesar Rp2 juta rupiah dengan keterangan untuk administrasi dan perjalanan dinas (28/09/21). Selanjutnya pada tanggal (08/10/21) kembali ditaungkan biaya sebesar Rp7,5 juta rupiah untuk pembuatan akte notaris dan 4 kali perjalanan dinas ke Bandung, dengan ditanda tangani oleh oknum Kades N sebagai penerima.

“Saat ini, pelaksanaan pembangunan TPT saluran irigasi telah dilaksanakan. Akan tetapi, ditakutkan akan mengurangi spek dan terkesan kurang berkualitas dengan adanya sejumlah uang yang diminta Kades,” paparnya.

Sebegai Ketua P3-TGAI Mitra Cai Tani Lestari, Ace beralasan menyerahkan sejumlah uang kepada oknum kades N, dikarenakan dibikin pusing dan bingung oleh kades yang kerap mundar mandir dan menelponnya, mempertanyakan anggaran P3-TGAI.

“Pak kades terus menanyakan, sudah cair belumnya uang anggaran P3-TGAI. Padahal menurut kami, sebagi kades tidak berhak seperti itu. Pasalnya ini di laksanakan secara swakelola,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa berinisial N menapik dugaan meminta jatah atas program pelaksanaan pembangunan Tembok Penah Tanah (TPT) yang berlokasi di Kampung Pulopanggang RT 01/10 Desa Langansari, Kecamatan Sukaraja.

“Kalau diberipun itu untuk transport, membuat berkas pengajuan program dan uang bekas rapat pengajuan program dan itu saya menerimanya dengan nilai nominal yang wajar. Ya, saya menerima uang tersebut dari pengurus P3-TGAI Mitra Cai Tani Lestari. Kalo saya minta jatah atau memaksa itu tidak benar,” selorohnya.

Kades N mengaku hanya sebatas kewajaran diberi uang oleh Ketua P3-TGAI Mitra Cai Tani Lestari. Pasalnya, untuk mendapatkan anggaran program tersebut, ia harus mundar mandir untuk rapat program pembangunan irigasi tersebut.

“Saya itu harus bayar sopir, beli bensin, makan dan minum. Setiap rapat atau perjalanan dinas menghabiskan biaya kurang lebih Rp1 juta untuk satu kali rapat,” cetusnya.

Red : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.