Pemkot Sukabumi Kembali Raih Penghargaan APE ke Empat Kalinya

oleh -27 views

Sukabumi. Pemerintah Kota Sukabumi meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020 kategori utama. Penghargaan yang didapatkan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini, telah empat kali diraih Pemkot Sukabumi.

Asisten Daerah III Kota Sukabumi Iskandar Ifhan mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintahan di wilayahnya. Terutama dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui pengarusutamaan gender (PUG).

“Ini menjadi motivasi bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Sukabumi. Terutama dari sisi pengarusutamaan gender,” ujarnya. Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, Pemkot Sukabumi berkomitmen dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hal itu berdasarkan RPJMD yang dituangkan ke dalam kebijakan di perangkat daerah terkait.

“Kita saemua sepakat menghapus ketimpangan gender. Hal ini dengan memberikan kesempatan yang sama dan sejajar dan berkeadilan untuk semuanya,” ucapnya.

Perwujudan kesetaraan gender tersebut telah tertuang dalam visi-misi Kota Sukabumi. Bahkan tertuang dalam program strategis.

“Mengurangi kesenjangan gender melalui berbagai program,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2KBP3A) Nuraeni Komarudin mengatakan, penghargaan ini sebagai hasil kerja bersama. Terutama dari sisi kolaborasi dengan semua perangkat daerah.

“Program dalam mendukung kesetaraan gender ini bukan hanya di DP2KBP3A saja, melainkan tersebar di setiap perangkat daerah. Hanya kami sebagai leadernya saja,” terangnya.

Menurutnya, keberpihakan PUG Pemerintah Kota Sukabumi terlihat dari kebijakan dan indikator kinerja utama (IKU). Dalam kebijakan tersebut, memberikan kesempatan dan peluang yang sama bagi perempuan serta lelaki.

“Seperti halnya di dinas kami, ada program PEKA yakni Program perempuan ketahanan keluarga. Kami memberikan penguatan ekonomi dengan pemberian modal usaha kepada perempuan yang menjadi kepala keluarga atau tidak mempunyai suami untuk berusaha,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *