Pemkot Sukabumi Tolak Keberadaan Bank Emok, Bank Keliling dan Rentenir

oleh -34 views

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi nampaknya tegas menolak keberadaan bank Emok dan Rentenir di masyarakat.

Bahkan Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengajak masyarakat ditingkat wilayah untuk bersama memerangi keberadaan rentenir ataupun bank keliling.

“Saya sudah mengajak para ketua Rukun Warga (RW), untuk memasangkan spanduk penolakan, yang isinya menolak keberadaan bank emok, bank keliling, dan sejenisnya, di wilayah masing-masing,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, saat memberikan sambutan pada acara, Rapat Koordinasi Kewilayahan di tingkat Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (8/10).

Fahmi melanjutkan, keberadaan rentenir atau sejenisnya tersebut, amat sangat berdampak buruk bagi kondisi masyarakat, apalagi pada saat situasi saat ini.

“Banyak warga yang telah terjerat iming-iming pinjaman yang diharapkan membantu, justru malah menjadi masalah baru kedepannya,” jelasnya.

Menurut Fahmi, pasalnya dengan proses pinjaman yang berlaku saat ini, sebenarnya skema pinjaman yang ada, bukan membantu masyarakat, melainkan menjadi petaka baru yang terjadi kedepannya, akibat bunga pinjaman yang memang begitu besar.

“Bahkan yang lebih tidak manusiawi adalah, saat terjadi gagal bayar oleh peminjam, pihak pemberi pinjaman akan melakukan blast message, ke seluruh kontak yang ada di data teleponnya, dengan niat mempermalukan nasabah mereka tersebut,” katanya.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya untuk mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, terkait keberadaaan bank emok dan sejenisnya.

“Saat ini Pemerintah Kota Sukabumi, sudah memiliki program Anyelir (Anti Pinjam Ke Rentenir), namun karena kondisi pandemi, saat ini program tersebut sedang dihentikan terlebih dahulu. Dan juga, dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Sukabumi akan membuat satgas perangi rentenir di Kota Sukabumi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *