Santri Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi, Antusias Ikuti Gebyar Vaksinasi

oleh -67 views

 

TRANSMETRO.ID, Sukabumi-Guna pencegahan dan memutus tali rantai penyebaran virus Covid -19. Para Santriawan-santriawati Pesantren Al-ma’tuq Sukabumi, Jawa Barat mengikuti Gebyar Vaksinasi Jabar Juara, Jum’at (22/10/21).

Gebyar Vaksinasi Jabar Juara yang digelar mulai dari tanggal 21-23 Oktober 2021/14-16 Rabiul Awwal 1443 H. Hal tersebut dilakukan, terlebih para santri yang telah melakukan vaksin merupakan bagian dari salah satu syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar dimasa pandemi.

Hal itu disampaikan Dr. Ade Hermansyah, LC., M.Pd.I, Pimpinan Pesantren Al-Ma’tuq yang berlokasi di Jalan Raya Kadudampit, Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Al-Ma'tuq
Foto Dokumentasi Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi.

Menurutnya, vaksin merupakan bagian dari pencegahan dari Covid-19 yang dampaknya tidak terlalu besar, yang terpenting adalah menjaga prokes agar jangan sampai tertular, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik di Pesantren Al-Ma’tuq.

“Alhamdulillah, dengan menjalankan prokes ketat dan menjalankan 3 M. Target Vaksinasi dosis ke-2 untuk
1000 orang, bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Dr. Ade Hermansyah, LC., M.Pd.I, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, mengungkapkan Gebyar Vaksinasi Jabar Juara bagi santri merupakan program Pesantren. Ia menambahkan, pihaknya melakukan pembatasan atau wilayah yang steril.

“Untuk itu, lanjutnya, setiap yang masuk ke dalam Pesantren diswab terlebih dahulu. Menurutnya, mereka yang mengajar santri mulai dari guru, kiyai harus mukim atau tinggal di Pesantren. Bahkan, untuk jaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan, Lembaga/Pemerintah harus menyediakan ruang isolasi khusus bagi yang terduga Covid-19,” kata Wakgub Jabar.

Al-Ma'tuq
Foto Dok Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi.

Selain itu, Kang Uu sapaan akrab Wakgub Jabar menambahkan, Protokol Kesehatan (prokes) secara ketat harus di jalankan di lingkungan Pesantren.

“Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam harus terdepan dalam melakukan vaksinasi. Hal ini sebagai ibadah dan iktiar untuk menjaga jiwa bagian dari tujuan syariat Islam,” papar Kang Uu.

Kang Uu menambahkan, vaksin adalah perantara menjaga keselamatan jiwa. Apalagi, Vaksin teruji secara medis mengurangi terpapar Covid-19 yang bisa mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

“Menjaga keselamatan jiwa wajib hukumnya karena sesuai atau berdasarkan maqosidusy syariah. Kita berharap agar dengan vaksin, para santri di Jawa Barat sehat dan kuat dalam menjalankan aktivitas,” harap Kang Uu.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Hasen, S.Ag, M.SI, mengapresiasi Pesantren Al-Ma’tuq yang menyelenggarakan kegiatan vaksinasi bagi santri. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan program Provinsi Jawa Barat menuju 37 juta vaksin.

“Al-Ma’tuq merupakan Pesantren besar yang menjalankan Gebyar Vaksinasi Jabar Juara. Kita menyambut baik upaya Pesantren dalam mempersiapkan tatap muka secara langsung pada bulan depan. Kami berharap, semoga santri di Sukabumi dan masyarakatnya terbebas dari Covid-19,” tandasnya.

Red : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.