Petani di Warungkiara Curhat ke Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi

oleh -36 views

Petani di Warungkiara Curhat ke Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi

Sukabumi, – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, menggelar kegiatan Dialog Sektor Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kepemudaan, di Tempat Wisata Saung Porang, di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Minggu (07/11/21).

Selain dihadiri oleh Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah masyarakat, perwakilan petani, perwakilan peternak, dan kepemudaan serta perwakilan dari Dinas Pertanian.

Sejumlah Kelompok Tani (Poktan) menyampaikan keluh kesahnya. Salah satunya, Petani Porang, asal Kampung Ubrug.

“Kendala di sektor pertanian khususnya dalam budi daya porang adalah terkait dengan kadar keasaman tanah,” ujar Dindin dikutif jurnalsukabumi.com

Untuk itu kedepannya, sambung Dindin, bagaimana agar tanah ini bagus dan pupuk jenis apa yang harus digunakan dan bagaimana meraciknya, harus ada solusi, “Semoga ada tindak lanjut tetkait dengan permasalahan-permaslahan yang dirasakan oleh petani,” ucapnya.

Sementara itu dilokasi yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hearing  bersama Usep Wawan Anggota DPRD Dapil 1 Fraksi Gerindra.

“Dalam kegiatan ini, kita ketemu dengan beberapa Poktan, Gapoktan, Peternak, dan  Petani milenial, membahas pertanian, peternakan dan wisata,” kata Yudha

Terkait dengan keluhan masyarakat mengenai pertanian, Yudha mengatakan, bahwa permasalahan dibidang pertanian harus dituntaskan dari hulu sampai hilir.

“Tadi saya mendapat masukan bahwa sentuhan anggarannya di Pertanian belum maksimal. Terutama mengenai alat pertanian. Kita kan punya RPJMD,” ujarnya.

“Dan Kami akan diskusikan dengan Dinas yang dibidangnya yaitu Dinas Pertanian. Kita harus berfikir dari hilu sampai hilir jadi tuntas. Jangan bicara dihulu saja sementara hilir tidak dipikirkan, jadi ini harus menyeluruh, Mimpi kita kan Sukabumi ini menjadi Kabupaten ketahanan Pangan,” bebernya

Red/Linda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *