Simpel Desa, Permudah Akses dan Layanan Administrasi Masyarakat

oleh -44 views

SIMPEL DESA, PERMUDAH AKSES DAN LAYANAN ADMINISTRASI MASYARAKAT

Sukabumi,transmetro.id, Kamis,11 Nopember 2021, Reporter, Linda Herlina

TRANSMETRO,- Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri menerima kunjungan General Manager (GM) dan Jajaran Telkom Indonesia di Ruang Rapat BKPSDM. Agenda pertemuan tersebut membahas Program Smart Village Nusantara di Kab Sukabumi Over View desa yang sudah menggunakan layanan SVN sistem informasi manajemen dan pelayanan (Simpel) Desa, Rabu, (10/11/2021).

Simpel desa merupakan sistem informasi manajemen dan pelayanan desa yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat mengetahui informasi terbaru, serta memiliki kelebihan, antara lain:

1. Mampu membuat proses administrasi dan pelayan ke dalam bentuk digital.

2. Mempermudah proses administrasi dari masyarakat dan mempermudah proses pendataannya.

3. Informasi yang disampaikan melalui simpeldesa transparan atau dapat diketahui oleh masyarakat.

4. Mampu mengembangkan usaha mikro dan makro masyarakat berbasis e-business.

5. Mampu menambahkan penambahan desa atau PADes.

Dalam kunjungan itu, pihak Telkom menjelaskan bahwa Layanan SVN simple desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan layanan ini sudah di integrasikan secara digital berbasis mobile.

“Tujuannya memberikan solusi kemudahan pelayanan administrasi desa berbasis Web, serta kemudahan interaksi antara pemerintahan desa dengan RT/RW akan lebih mudah terkait pengurusan administrasi, selain itu akan mendorong peningkatan UMKM” jelasnya.

Wabup mengapresiasi adanya aplikasi simple sebagai ikhtiar mewujudkan desa digital, walaupun inprastruktur harus dibenahi dan dipersiapkan

“sehingga ketika akses dan infrastrukturnya sudah baik, simple desa ini bisa diimplementasikan di desa desa yang lain, oleh karena itu pemerintah menyambut baik dengan adanya layananan berbasis digital ini” ungkap Wabup

Hal yang harus dilengkapi, lanjut Wabup, adalah belum menggunakannya Barcode dalam aplikasi simple desa ini.

“Karenanya masalah barcode harus menjadi perhatian Kominfo, kedepan diharapkan desa desa yang lain bisa mengikuti jejak dari 6 desa yang sudah memulai dengan simple desa ini, tentunya untuk mempermudah layanan administrasi bagi masyarakat” pungkasnya.

Red/Frans Hp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *