Reskrimsus Polda Metro Jaya Amankan 48 WNA Dalam Kasus Penipuan dan Pemerasan

oleh -50 views
TRANSMETRO.ID, Sukabumi-Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Auliansyah Lubis, S.I.K.,M.H mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan 48 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Cina dan Vietnam atas keterlibatan kasus penipuan dan pemerasan, kemarin malam, Jum’at (12/11/21).

Direktur Reskrimsus memaparkan, 48 WNA Cina pelaku penipuan dan pemerasan yang terdiri dari 44 pria dan 4 orang wanita itu melangsungkan aksinya menggunakan aplikasi perjodohan dengan target warga negara asing atau WNA dari Cina dan Taiwan. Setelah pelaku berkenalan dengan korban di aplikasi perjodohan itu, mereka lantas menjalin komunikasi dengan intens.

‘Pelaku mengajak korban untuk melakukan aktivitas seksual via aplikasi percakapan, seperti WeChat dan Line. Seperti membuka baju, memperlihatkan kemaluan, dan sebagainya,” ujar Direktur Reskrimsus Auliansyah Lubis, di Polda Metro Jaya, Sabtu, (13/11/21).

Kemudian, Direktur Reskrimsus menjelaskan, modus operandi para pelaku merekam aktivitas seksualnya, mereka menggunakan rekaman tersebut untuk memeras korban. Apabila korban tidak memberikan uang ke pelaku, mereka melakukan pengancaman akan menyebarkan rekaman bugil korban.

“Para korban mayoritas berada di Taiwan kemudian melapor ke pihak kepolisian setempat. Lalu perwakilan polisi Taiwan di Indonesia, Letnan Kolonel Tom, meneruskan informasi itu ke Polda Metro Jaya,” papar Direktur Reskrimsus.

Dari laporan informasi tersebut, penyidik Polda Metro Jaya melakukan profiling para WNA Cina dan menangkap para pelaku di tiga tempat berbeda.

“Mereka diamankan di tiga lokasi, di wilayah Jalan Cengkeh, Mangga Besar, dan Komplek Mediterania Jakarta Barat. Seluruh lokasi penangkapan para pelaku, merupakan bangunan ruko tempat para pelaku tinggal,” jelasnya.

Dalam hal ini, lanjut Auliansyah, Reserse Kriminal Khusus Polda Metro, terus melakukan penelusuran lebih lanjut perihal operasi para pelaku di Indonesia. Adapun barang bukti yang disita adalah sejumlah laptop, ratusan telepon seluler, komputer, serta uang baik dalam mata uang rupiah maupun yen.

“Dalam kasus ini, para pelaku di di jerat dengan Pasal 30 juncto Pasal 48 dan atau Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tandasnya.

Red : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *