SiEdan Catat Ratusan Kali Kasus Bencana Pada Oktober 2021

oleh -38 views
TRANSMETRO.ID, KOTA SUKABUMI-Berdasarkan Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dihimpun BPBD Kota Sukabumi, sampai dengan Oktober 2021. Mencatatkan sebanyak 149 kasus kejadian bencana di wilayah Kota Sukabumi.

Melansir dari website BPBD Kota Sukabumi, ratusan kasus bencana tersebut, mengalami kenaikan dari agregasi grafis sebelumnya, dengan jumlah 130 kali yang tersebar di tujuh kecamatan Kota Sukabumi.

Akibatnya, diperkirakan luas area terdampak 52,34 ha, nilai kerugian mencapai Rp 5.758.562.500 atau naik dari 5.298.662.500. Sekitar 67 unit bangunan rusak, 119 jiwa dilaporkan terdampak, diantaranya dua jiwa meninggal dunia dan 5 diungsikan. Kejadian yang paling dominan melanfa adalah Cuaca ektrem 62 kali, disusul Lomgsor 37 kali dan kebakaran 25 kali.

Khusus untuk periode Oktober 2021, berdasarkan laporan yang di-update website BPBD Kota Sukabumi, sebanyak 19 kejadian, 21 jiwa terdampak, 19 bangunan rusak didominasi rumah warga 16 unit, sisanya seperti fasilitas pendidikan

Berikut list frekuensi kasus kejadiaan dan sebaran kerugian, luas terdampak pada tujuh kecamatan yang terverifikasi :

_ Puting beliung, 2 kali, dengan luas area terdampak 71 m2,

_ Banjir, 21 kali,
Luas area terdampak 513,177 m2

_ Cuaca ekstrem, 62 kali, dg luas area terdampak 5.911 m2,

_ Kebakaran, 25 kali, dg luas area terdampak 2.468m2,

_ Tanah longsor, 37 kali, dg luas area terdampak 1.815 m2,

_ Gempa, 2 kali,

Sebaran nilai kerugian meliputi wilayah Baros, Rp173.900.000, Lembursitu Rp384.450.000, Cibeureum Rp216.250.000, Citamiang Rp311.975.000, Warudoyong Rp2.540.500.000, Gunung Puyuh Rp774.712.500, dan Cikole Rp1.356.775.000,

Sebaran jumlah kejadian di wilayah Baros 9 kali, Lembursitu, 29 kali, Cibeureum 13 kali, Citamiang, 14kali, Warudoyong 22 kali Gunung Puyuh 33kali Cikole 27 dan 2 kali tercatat untuk semua kecamatan yaitu gempa bumi.

Untuk menghadapi tren kasus semakin naik ini, BPBD menilai potensi curah hujan yang makin meningkat, tentu ancaman hidrometeorologi yang dikeluarkan BMKG. Maka BPBD kota Sukabumi telah mengambil langkah antisipatif dan mitigatf mengurangi bahaya risiko dan dampak yang terjadi.

Ancaman yang disebabkan potensi curah hujan disertai angin. Diantaranya mulai Menggalakkan Sosis GulBencal dan Edukasi siap menghadapi bencana baik di komunitas maupun fasilitasi dengan kelurahan, seperti KIE Bencana di Cikundul , Cipanengah, Lembursitu, Jayaraksa, Sudajaya Hilir hingga kelurahan Warudoyong.

Sasaran 1500 orang telah dibekali langsung tip menghadapi bencana dari sejak awal kemudian Memutakhirkan data warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Semua pihak untuk meningkatkan kesiagaan, khusus personil PB di lapangan dengan dril optimalisasi alat alat kebencanaan.

Gelaran Apel kesiagaan gabungan bersama Polres, TNi dan SKPD hingga pada menerbitkan. Berdasarkan surat edaran walikota terkait dengan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi maupun terkait panduan keselamatan di kegiatan alam ke setiap SKPD, kecamatan kelurahan UPT.

Sumber : BPBD Kota Sukabumi.
Red. : Rudi Samsidi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *