Wabup Lebak Membuka Acara Maklumat Gerakan Penyelamatan Ibu Dan Bayi.

oleh -87 views

Wabup Lebak Membuka Acara Maklumat Gerakan Penyelamatan Ibu Dan Bayi.

Lebak,Transmetro.id, Selasa,09 Nopember 2021, Laporan Reporter Nasrul

TRANSMETRO,-Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Maklumat Gerakan Penyelamatan Ibu Dan Bayi bertempat di Hotel Rahaya Kalang Anyar, Lebak Banten, Selasa (9/11/2021).

Hadir dalam kegiatan ini Komisi V DPRD Lebak, Sekda Lebak, Ketua TP PKK Lebak, Perwakilan United Nations Population Fund (UNFpa) Indonesia, Perwakilan Usain Madana Jakarta, Kepala Badan, Dinas di Lingkungan Pemkab Lebak, Perwakilan Organisasi Masyarakat, Organisasi Profesi dan Akademisi.

Dalam sambutannya Wabup Lebak mengatakan kematian ibu dan bayi merupakan indikator derajat kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan pemenuhan hak kesehatan reproduksi dan hak hidup anak.

“Melalui kegiatan maklumat penyelamatan ibu dan bayi ini, kita berharap gerak langkah kita dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di kabupaten lebak menjadi lebih terarah dan terintegrasi, untuk itu memerlukan strategi yang melibatkan semua sektor dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi” Ungkap Wabup.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Triatno Supiyono selaku ketua pelaksana menjelaskan

jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak mengalami kenaikan, pada tahun 2019 jumlah kematian ibu 35 orang (132/100.000 KH) naik menjadi 43 orang (176/100.000/KH) pada tahun 2020, sampai dengan hari ini jumlah kematian ibu sudah menjadi 39 orang.

Untuk angka kematian bayi yang mengalami penurunan dari tahun 2019 443 kasus ( 16,82/1000 KH) menjadi 339 kasus (14.22/1000 KH), dan sampai dengan bulan September sudah ada 247 kamatian bayi. with turun

“Masih tinggi nya AKI dan AKB di Kabupaten Lebak, perlu upaya dari semua sektor bukan hanya dari sektor Kesehatan seja, akan tetapi tugas kita semua untuk pemenuhan hak reproduksi dari perempuan dan hak hidup dari anak.

Kadis Kesehatan juga menjelaskan beberapa strategi yang dapat dilakukan diantaranya melalui Peningkatan Peran Serta Komunitas, Pemangku Kepentingan, Swasta, Akademisi, Organisasi Profesi dan Multi Sektor, dan Penguatan Pendidikan Dan Pemberdayaan Perempuan dalam Memperoleh Hak Kesehatan Reproduksi dan Kesetaraan Gender.

Red/M, Nas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *