Kisruh Lahan Terlantar Pasir Salam Mencuat, Simak Gerakan Perjuangan Para Penggarap

oleh -249 views
SUKABUMI-Kegalauan yang rasakan sejumlah penggarap lahan terlantar di wilayah Eks HGU PT. Pasir Salam Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mendapatkan pengawalan dari DPP Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukabumi yang juga sebagai bagian dari warga penggarap.

Hal tersebut disampaikan, Yadi Atmo Wakil Ketua Forum Penggarap Pasir Salam, disela pertemuan tatap muka bersama warga pengarap usai melakukan audensi dengan sejumlah para penggarap di Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sabtu (18/12/21) sore kemarin.

“Ya, usai audensi siang Sabtu kemarin, kami bersama sejumlah penggarap kembali melakukan diskusi mematangkan perjuangan kami. Dalam hal ini dukungan kuat dari GOIB tidak lain sebagai putra daerah dan bagian dari warga pengarap, untuk bisa menembus jalur birokrasi maupun hukum,” kata Yadi Atmo, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Dalam hal ini, Atmo menegaskan, sebagian besar para penggarap ingin mempertahankan hak lahan garapannya yang dijadikan matapencaharian sejak jaman reformasi, jangan sampai hak para penggarap dikebiri oleh pihak pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi dan tidak pro warga penggarap.

Lahan
Foto Istimewa.

“Perlu diketahui oleh semua pihak, kegiatan audensi dan pertemuan para penggarap yang dikawal organisasi (DPP GOIB) diyakini diketahui oleh pucuk pimpinan didesa kami, aparat kepolisian dan TNI. Jadi jangan ada istilah inohong diwilayah kami tidak tahu atau dengan kata lain, forum penggarap tidak menghargai pucuk pimpinan,” cetus Atmo.

Kegalauan sejumlah penggarap lahan terlantar Eks HGU PT Pasir Salam, meradang ketika muncul informasi kuat, bahwa pihak pemerintah desa maupun kecamatan konon katanya sudah mengeluarkan rekomendasi untuk PT. Pasir Salam dalam syarat izin pembaharuan HGU.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melayangkan surat laporan aksi damai untuk mempertanyakan dasar dari dikeluarkannya surat rekomendasi untuk perusahaan tersebut. Kalo terbukti, ini perlu disikapi bersama-sama,” tandas Atmo didampingi M. Ilham Korlap Aksi Damai Bersama Forum Penggarap Pasir Salam.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Ence Ruswandi Kapal Desa Kertaangsana, tidak memberikan tanggapan luas ketika dipertanyakan, sejauh mana legalitas ataupun rekomendasi yang sudah ditempuh pihak PT Pasir Salam kepada pihak pemerintah desa.

“Mung 50 jalmi, kitu ge kacampuran warga luar desa kertaangsana (Cuma 50 orang, itu juga sebagian bukan warga kertaangsana),” singkat Ence dengan logat sunda yang kental.

Lahan
Foto Istimewa.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga pengarap lahan terlantar di wilayah Eks HGU PT. Pasir Salam Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, mendesak Bupati Sukabumi untuk mempertimbangkan izin pembaharuan yang dilayangkan pihak perusahan, disela melakukan audensi bersama ratusan warga penggarap di Jalan Baru Pasir Salam Nyalindung, Sabtu (18/12/21).

“Tujuan di adakannya aksi audensi hari ini dengan satu harapan, Bupati Sukabumi bisa mempertimbangkan nasib ratusan para warga penggarap, sebagai penggarap yang sejak jaman repormasi sampai saat ini, mengantungkan kehidupannya dari mengarap lahan tersebut,” kata H. Gumilar.

Untuk itu, Ia berharapan setelah ini menjadi satu pertimbangan Bupati, dalam memberikan ijin pembaharuan Eks HGU PT. Pasir Salam yang diketahui sudah habis pada Agustus 2020.

“Saat ini sudah hampir satu tahun legalitas Eks HGU perusahaan tersebut habis dan sedang melakukan proses perijinan pembaharuan,” tegasnya.

Redaktur : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.