Sekum MUI Apresiasi Komunitas GSS Yang Dicetus Pemuda Cilanglala Cireunghas Sukabumi

oleh -134 views
SUKABUMI-Sekertaris Umum Majelis Ulama Indonesia (Sekum MUI) ) Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun, mengapresiasi sekaligus mendukung Gerakan Sedekah Sampah (GSS) di Kampung Cilanglala, Desa/Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Gerakan Sedekah Sampah yang di cetus oleh sejumlah pemuda di Cilanglala Cireunghas, tentunya gerakan yang wajib di dukung oleh pemerintah, baik dari sisi bingbingan teknis maupun bantuan yang sifatnya, bisa menunjang keberlangsungan program GSS tersebut,” ujar Sekum MUI Kabupaten Sukabumi, saat disambangi di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Gerakan ini digagas oleh para pemuda yang juga lahir dari salah satu Ormas Islam di Sukabumi, dengan memiliki kemauan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dari carut-marut sampah plastik yang dianggap tidak bernilai. Akan tetepi, dengan adanya Komunitas Gerakan Sedekah Sampah ini, setidaknya telah membantu pemerintah daerah dalam penanganan sampah di Kabupaten Sukabumi.

Sekum MUI
Foto Dok/Komunitas GSS Cilanglala, Cireunghas, Kab Sukabumi.

“Sesuai dengan ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan. Itu karena kebersihan, kesucian, dan keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Untuk itu, Gerakan Sedekah Sampah di Cilanglala perlu terus dikembangkan dan didukung semua pihak,” jelas KH Ujang Hamdun.

Asep Anwar Ketua Komunikasi Gerakan Sedekah Sampah Cilanglala, mengatakan, Gerakan Sedekah Sampah (Plastik-red) lahir pada tanggal 27 April 2021 pas pertepatan dengan Hari Sedekah Nasional.

“Berjalan waktu, pada 1 Muharam 1442 Gerakan Sedekah Sampah mendapat dukungan kuat dari Baznas Kabupaten Sukabumi, dengan membuat keranjang/tempat sampah, khusus untuk Mesjid Jami. Meski belum secara meluas, baru di wilayah Kecamatan Cireunghas, program bisa dijalankan meski masih ada kendala dari sisi mobilitas kendaraan untuk menyisir hasil sampah yang dikumpulkan para DKM Mesjid Jami,” katanya.

Sekum MUI
Foto Dok/Kebersamaan bersama anggota dan pengurus Komunitas GSS.

Meski begitu, Asep Anwar dengan dibantu anggota pencetus Komunitas Gerakan Sedekah Sampah, terus konsisten dan semangat, untuk memiliki Gudang Sedekah Sampah dan Kendaraan Sedekah Sampah.

“Alhamdulillah, pada 1 Muharam 1442 Gudang Sedekah Sampah bisa didirikan sebagai tempat transit sampah plastik dari Masjid-masjid Jami maupun warga sekitar. Meski menggunakan material seadanya, setidaknya aman dan layak untuk dijadikan tempat untuk memilah agar bisa menjadi berharga. Untuk mobilitas penunjang, kami masih menggunakan motor secara estafet. Mudah-mudahan kedepan bisa memilih kendaraan yang bisa menunjang,” beber Asep Anwar.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, mengapresiasi para menerus bangsa yang memiliki jiwa kepedulian dan sosial tinggi terhadap lingkungan, dan mengapresiasi Lembaga Keagamaan (Baznas) yang menjadi salah satu lembaga terdepan dalam upaya mensukseskan kampanye sedekah sampah berbasis masjid sebagai bagian ikhtiar dalam menjaga lingkungan.

Sekum MUI
Foto Dok : Ketua Baznas Kab. Sukabumi H. Unang Sudarma, disela meninjau produk inovasi Komunitas GSS, Maret 2021.

“Menurut kami, program ini merupakan sosialisasi dan penanganan sampah yang menjadi bagian dari tugas pemerintah daerah tentang pengelolaan dan penangan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban pemda untuk mendukung dan memberikan penghargaan terhadap mereka,” tandasnya.

Ditempat terpisah, KH Asep Sirojudin Bid Amal Maruf Nahlil Munkar MUI Kabupaten Sukabumi, mengatakan, Gerakan Sedekah Sampah juga bagian dari salah satu ketentuan hukum fatwa MUI 47/2014, setiap muslim wajib menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang-barang untuk kemaslahatan, serta menghindari dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir (sia-sia) dan israf (berlebihan).

“Oleh karena itu, sebagai orang tua atau pembimbing para pencetus, kami akan terus mengajak dan mengimbau masyarakat untuk peduli lingkungan, agar memilah sampah layak ekonomi dari kemudian disedekahkan ke pusat pengumpulan Gudang Sedekah Sampah disana. Seperti yang kita ketahui, edukasi dan peran serta masyarakat semua merupakan salah satu pilar terpenting dalam mempercepat terjadinya sirkular ekonomi dan gerakan sedekah kembali tumbuh ditengah masyarakat,” tandas, KH. Asep Sirojudin, yang juga sebagai Ketum DPP Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukabumi.

Redaksi : Rudi Samsidi.

BAZNAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.