Tahun 2021 Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri Sita 1.674.951 Kg BB Narkotika, Alami Peningkatan 166 Persen

oleh -82 views
JAKARTA-Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dit Tipidnarkoba) Bareskrim Polri, mencatat sebanyak 1.674.951,48 gram (1.674.951 kg) barang bukti narkotika berhasil diamankan sejak Januari – Desember tahun 2021.

Dir Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar, mengungkapkan, dalam kasus narkotika mengalami peningkatan sekitar 166 persen dibandingkan 2020. Dimana, di tahun 2020 Dir Tipidnarkoba mencatat sebanyak 627.977,20 gram narkotika diamankan.

“Tahun 2021 ada 1.674.951,48 gram (1674.951 kg). Jadi, peningkatannya lebih dari 100 persen, tepatnya 166 persen dari tahun 2020,” beber Brigjen Krisno Halomoan Siregar, Jum’at (24/12/21) kemarin.

Lajut Brigjen Krisno, penyitaan ganja juga mengalami peningkatan selama 2021 sebanyak 124 persen. Pada 2020 disita 357.214,56 gram, sedangkan pada 2021 disita 799.116,40 gram.

“Penyitaan jenis obat keras atau berbahaya, secara grafis peningkatan yang sangat signifikan. Setelah berkaitan dengan terungkapnya dua pabrik Mega Lab produksi obat-obatan keras di Yogyakarta pada September 2021 lalu,” ungkap Krisno.

Brigjen Krisno memerincikan, pada 2020 disita obat keras sebanyak 1.704 butir. Sedangkan di tahun 2021, pihaknya berhasil menyita 48.188.000 butir. Jadi secara grafis tahun sebelumnya, mengalami peningkatan sebanyak 2.827.834 persen.

“Penyitaan ekstasi juga mengalami peningkatan 197 persen sepanjang 2021. Pada 2020 sebanyak 95.097 butir, dan 2021 sebanyak 282.236,50 butir,” jelasnya.

Lalu, lanjut Brigjen Krisno, Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri
menyita narkotika jenis tembakau gorila, jenis tersebut mengalami penurunan 71 persen sepanjang 2021. Pada 2020 disita 11.437,61 gram, sedangkan pada 2021 hanya 3.370,42 gram.

“Narkotika jenis happy five mengalami peningkatan sebanyak 947 persen. Pada 2020 hanya disita 4.835 butir, sedangkan 2021 ada 50.620 butir. Ketamin juga meningkat 40,25 persen, pada 2020 hanya disita 69,5 gram, sedangkan pada 2021 disita 2.867 gram,” jelasnya.

Namun, Krisno menyebutkan, pengungkapan kasus sepanjang 2021 terjadi penurunan sebanyak 18 persen. Pada 2021 ada 104 kasus, sedangkan 2020 ada 127 kasus. Sementara itu, penetapan tersangka sepanjang 2021 mengalami peningkatan 2 persen. Krisno mengatakan pada 2020 ada 228 tersangka, sedangkan 2021 ada 233 tersangka.

“Pada kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kejahatan narkoba mengalami peningkatan sepanjang 2021. Pada 2020 hanya terungkap satu kasus, sedangkan pada 2021 ada lima kasus. Jadi, terjadi peningkatan 400 persen untuk TPPU yang berhasil diungkap dan dituntaskan,” ujar Krisno.

Begitu pula penetapan tersangka TPPU. Krisno menyebut ada peningkatan 150 persen. Pada 2020 hanya menetapkan empat tersangka, sedangkan pada 2021 ada 10 tersangka. Aset hasil pencucian uang yang disita Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri selama 2021 juga meningkat 35,284 persen.

“Pada 2020 Dit Tipidnarkoba menyita aset senilai Rp.966 juta dari satu kasus yang disidik. Sedangkan tahun 2021 dari lima kasus yang disidik berhasil disita uang dan aset-aset tersangka sejumlah Rp. 341.804.998.583 atau terjadi peningkatan lebih dari 35 persen,” tandas Krisno.

Sumber : Divisi Humas Polri.
Redaktur : Rudi Samsidi.

 

BAZNAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.