Terhitung Januari -15 Desember 2021, SiEdan Catat 209 Kejadian Bencana Menerjang Kota Sukabumi

oleh -99 views
BPBD Kota Sukabumi
Foto Dok BPBD Kota Sukabumi.
SUKABUMI-Kurun waktu bulan Januari hingga 15 Desember 2021, Sistem informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) BPBD Kota Sukabumi mencatat 209 kali kejadian bentuk bencana yang tersebar di Tujuh Kecamatan Kota Sukabumi. Akibat kejadian tersebut ditaksir nilai kerugian mencapai Rp 9.073.135.350. Luas area 54,62 Ha, dan 143 KK terdampak.

Informasi yang dihimpun, dari 209 kali kejadian bentuk bencana tersebut, selain kerugian material mencapai Rp9.073.135.350, seluas 54,62 Ha area, dan 143 KK terdampak dan dua korban meninggal dunia.

Info grafis pada bulan November 2021 merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat, tercatat 58 kasus dengan prakiraan nilai kerugian Rp 3.206.572.850 dengan luas area +/- 22 ha; 369 unit bangunan terdampak sebagian besar dari peristiwa banjir yakni sekitar 319 unit bangunan.

SiEdan
Dok/BPBD Kota Sukabumi.

Berikut ini ringkasan jenis kejadian, frekuensi, taksiran nilai kerugian (Rp) dan area berdampak (M2) diantaranya :

1. Banjir 40 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 2.113.550.000 dan prakiraan luas area terdampak 528.926 M2;

2. Cuaca Ekstrem 74 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 1.361.700.000 dan prakiraan luas area terdampak 6.599 M2;

3. Kebakaran 27 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 3.747.500.000 dan prakiraan luas area terdampak 2.528 M2;

4. Tanah Longsor 64 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 1.780.385.350 dan prakiraan luas area terdampak 8.103 M2;

5. Puting Beliung 2 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 70.000.000 dan prakiraan luas area terdampak 71 M2;

6. Gempa 2 kali, dengan sebaran di 7 (tujuh) Kecamatan.

Adapun sebaran kejadian diatas berdasarkan wilayah, Kecamatan Gunung Puyuh menempati peringkat tertinggi 45 kali, disusul Kecamatan Lembursitu (40 kali) dan Kecamatan Cikole (34 kali) serta disusul Kecamatan Warudoyong (27 kali) dan Kecamatan Citamiang (24 kali). Laporan yang terendah berasal dari Kecamatan Cibeureum (20 kali), dan Kecamatan Baros (17 kali).

1. Baros 17 kali, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 780.900.000, dengan prakiraan luas area terdampak mencapai 8.297 M2;

2. Lembursitu 40 kali, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 1.575.450.000 dengan prakiraan luas area terdampak mencapai 8.219 M2;

3. Cibeureum 20 kali, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 693.200.000 dengan prakiraan luas area terdampak mencapai 3.679 M2;

4. Citamiang 24 kali, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 592.475.000 dengan prakiraan luas area terdampak mencapai 253.341 M2;

5. Warudoyong 27 kali, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 2.674.500.000 dengan prakiraan luas area terdampak mencapai 5.338 M2;

6. Gunung Puyuh 45 kali, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 1.244.335.350 dengan prakiraan luas area terdampak mencapai 264.346 M2;

7. Cikole 34 kali, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 1.512.275.000 dengan prakiraan luas area terdampak mencapai 3.007 M2;

8. Gempabumi yang dirasakan oleh seluruh wilayah kecamatan sebanyak 2 kali.

Dari sebaran kejadian berdasarkan Kalender Periode Januari s/d 15 Desember 2021, terdapat lonjakan tinggi pada Bulan November 58 kejadian, Bulan Juni 34 kejadian, dan Maret 26 kejadian, disusul Bulan Oktober 19 kejadian, Januari 15 kejadian, September 12 kejadian, April 11 kejadian, serta Bulan Mei 10 kejadian, terendah Desember (per 15 Des) 2 kali, Bulan Februari dan Juli sebanyak 8 kejadian serta Agustus 6 kejadian.

BPBD
Foto Dokumentasi BPBD Kota Sukabumi.

Dalam hal tersebut BPBD Kota Sukabumi intensif sigap melakukan penanggulangan bencana mulai dari prabencana, saat dan pasca bencana dalam bentuk upaya-upaya sebagai berikut :

1. Menetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor dari Bulan 15 November 2021 dan berakhir pada tanggal 30 April 2022

2. Melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Bencana kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan dengan tercapai sasaran sebanyak 1600 Orang.

3. Menfasilitasi Sosis GulBencal dan Edukasi siap menghadapi bencana baik di komunitas maupun fasilitasi dengan kelurahan seperti KIE Bencana di Kelurahan Lembursitu, Sudajaya Hilir, Dayeuh Luhur, Jayaraksa, Warudoyong, Kebonjati, Sindangsari, Situmekar, Cipanengah, Benteng, dan Kelurahan Sukakarya.

4. Penyebarluasan informasi bencana dan peringatan dini kepada masyarakat serta mengsiagakan personil Satgas dan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana untuk antisipasi laporan aduan yang masuk.

5. Melakukan rapat – rapat penguatan dan kemitraan dalam penanggulangan bencana dengan masyarakat dan komunitas.

6. Melakukan rangkaian Aksi Siaga Bencana dengan komunitas.

7. Kemitraan dan kerjasama dalam penanggulangan bencana bersama masyarakat dan komunitas untuk membangun ketangguhan.

8. Melakukan penanganan dengan instansi terkait, assessment ke lokasi kejadian dalam penyelamatan dan evakuasi.

9. Melakukan koordinasi pasca kejadian bencana dengan SKPD Teknis Terkait untuk dilakukan perbaikan atau rehabilitasi.

10. Memfasilitasi pencegahan pengendalian Covid-19 dengan instansi terkait dan pendistribusian bantuan paket alat Prokes ke warga kota.

11. Menampung korban yang terdampak bencana di Rumah Tesa (Tempat Evakuasi Sementara).

12. Menerbitkan surat Edaran Antisipasi Bencana Hidrometeorologi.

13. Menerbitkan surat Panduan Keselamatan Kegiatan di Alam Terbuka.

14. Meningkatkan kesiagaan personil PB di lapangan dengan dril optimalisasi alat-alat kebencanaan dalam urban Rescue.

15. Gelaran Apel Kesiagaan Gabungan bersama Polres, TNI dan SKPD.

16. Pemutahiran data penduduk Kota Sukabumi dengan kelurahan yang berada di daerah rawan bencana.

17. Membentuk dua kelurahan Tangguh Bencana serta.

18. Memberikan stimulan bantuan material bagi korban terdampak bencana

19. Membantu tugas-tugas lainnya dalam ketentraman dan ketertiban.

Sumber : BPBD Kota Sukabumi.
Red. : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.