Kado Akhir Tahun 2021, Pohaga Karya Ucu Rohilah Diganjar Top 45 Inovisi, Ini Kata Bupati Sukabumi

oleh -130 views
SUKABUMI-Pojok Hijau Kampung Tohaga (Pohaga) hasil karya koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Wilayah VI Jampangkulon, Ucu Rohilah, diganjar penghargaan Top 45 Inovasi di Gedung Sate Bandung, di penghujung akhir tahun 2021.

Penghargaan sebagai kado akhir tahun 2021 yang diterima langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana. Salah satu modal dunia pertanian Kabupaten Sukabumi untuk lebih berkembang, unggul dan inspiratif.

Penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Inovator tingkat Jawa Barat, mendapatkan ucapan apresiasi dari Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, khusus ucapan apresiasi kepada karya Ucu Rohilah yang penuh inovasi.

Pohaga
Foto Dok/FB Ucu Rohilah : Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

“Tentunya ini sebuah inovasi yang patut diapresiasi tinggi, Pohaga hasil karya Ucu Rohilah akan sangat membantu dan dibutuhkan masyarakat, terlebih di tengah kondisi saat ini. Melalui inovasi yang tepat, kemudahan, kemurahan, dan kecepatan, akan sangat bermanfaat sehingga lebih efisien dan efektif,” ucap Marwan Hamami.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana mengatakan, inovasi Pojok Hijau Kampung Tohaga (Pohaga) hasil karya Koordinator BPP Wilayah VI Jampangkulon, Ucu Rohilah, intinya tidak membiarkan sejengkal pun tanah di pekarangan dibiarkan tak berpungsi dan dimanfaatkan untuk tanaman.

Pohaga
Foto Dok : Ucu Rohilah Kord BPP Wil VI  foto bersama Thendy Hendrayana Kadis Pertan Kabupaten Sukabumi.

“Kami atas nama Dinas Pertanian mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas dukungan yang diberikan. Khusus untuk Bu Ucu, kami berharap untuk terus semangat dan terus berinovasi,” harap Thendy.

Ditempat terpisah, Ucu Rohilah Koordinator BPP Wilayah VI Jampangkulon, menuturkan Pohaga ini merupakan inovasi yang menerapkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai macam tanaman, mulai dari tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat.

“Dengan pohaga masyarakat bisa merasakan pada hasilnya nanti untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, khusu kebutuhan sayuran. Sebelum penerapan Pohaga, saat musim kemarau di wilayah kami sangat sulit untuk bercocok tanam. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah tidak seperti itu. Warga bercocok tanam tidak harus di lahan luas, cukup di pekarangan rumah mereka masing-masing,” tandas Ucu.

Redaktur : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.