DUKUNG DAYA BELI MASYARAKAT, SEKDA INGIN SATU HARGA MINYAK GORENG SEGERA TERLAKSANA

oleh -211 views
 

DUKUNG DAYA BELI MASYARAKAT, SEKDA INGIN SATU HARGA MINYAK GORENG SEGERA TERLAKSANA

Sukabumi, transmetro.id – 27 Januari 2022, Laporan Inf/kbsm/Linda Herlina

TRANSMETRO,-Seperti diketahui sejak November 2021 harga minyak goreng kemasan berada dikisaran diatas. 18.000 Rupiah perliter, Kenaikan tersebut terjadi diseluruh Indonesia, dan berlangsung hingga hingga pertengahan Januari 2022. Menyikapi hal tersebut Pemerintah mengeluarkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng kemasan yaitu 14.000 rupiah per liter.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 3 tahun 2022 tentang penyediaan minyak goreng kemasan untuk kebutuhan masyarakat dalam kerangka pembiayaan oleh badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan kebijakan tersebut juga uji petik dan monitoring dilapangan, Pemkab Sukabumi melalui dinas terkait sejak 19 Januari 2022 menyalurkan minyak goreng dengan harga 14.000 rupiah per liter, penyaluran itu baru melalui ritel modern yang terafiliasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan jumlah pembelian oleh konsumen masih dibatasi.

“Sementara untuk pasar tradisional diberikan waktu satu pekan untuk melakukan penyesuaian. artinya, mulai 26 Januari 2022 atau hari kemarin (rabu), minyak goreng yang dijual di pasar-pasar tradisional juga harus mengikuti patokan harga 14.000 rupiah per liter sebagaimana pasal 17 huruf b permendag 03 tahun 2022” jelas Sekda Ade Suryaman saat memimpin rapat pembahasan tindaklanjut Permendag RI No 3 tahun 2022 di Aula DPKUKM, Kamis (27/1/2022).


Menurut Sekda, Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sukabumi, pada tanggal 26 Januari 2022 telah melakukan inspeksi di 8 Pasar tradisional, dan menemukan jika harga minyak goreng masih berkisar antara 19.000 s/d 21.000 rupiah per liternya. Hal itu menunjukan bahwa kebijakan satu harga minyak goreng 14.000 rupiah per liter belum terlaksana di pasar tradisional.

“Padahal kebijakan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau dan disisi lain produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh pemerintah” ujar Sekda.

Karena itu, masih dikatakan Sekda, harus ada solusi untuk melaksanakan kebijakan satu harga minyak goreng 14.000 rupiah per liter untuk membantu keterjangkauan daya beli masyarakat.

Sebelumnya, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan H. Akhmad Riyadi menyampikan melalui forum rapat tersebut ingin memperoleh informasi dari para distributor atau agen yang terkait implementasi kebijakan dan kendala yang dihadapi.

Usai Rapat, Sekda didampingi Tim Pengendalian Inflasi Daerah lakukan Peninjauan Ke pasar tradisional Cisaat untuk mengecek secara langsung harga dan ketersediaan Minyak Goreng.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.