Ade Yasin : Insan Pers Harus Adaltif, Inovatif dan Kreatif

oleh -47 views

Cibinong Bogor.transmetro.id –
Bupati Bogor, Ade Yasin ingin momentum Hari Pers Nasional ke-76 jadi sarana insan pers dalam meningkatkan profesi kewartawanan yang profesional dan bermatabat di era transformasi media, serta adaptif,  inovatif dan kreatif agar tetap berdaya saing dan mampu menghasilkan produk media dan produk jurnalisme berkualitas.  Itu ditegaskan Ade Yasin saat saat membuka kegiatan Pencanangan Gedung Graha Wartawan, di Cibinong, Rabu (9/2/22). 

Ade Yasin menyatakan, di era transformasi digital dan disrupsi digital telah berdampak pada model bisnis, proses produksi berita dan distribusi konten dalam industri media. Cenderung masyarakat saat ini ingin lebih cepat dalam mendapatkan informasi, oleh karenanya baik media online dan televisi saat ini juga semakin cepat bahkan setiap saat dan setiap menit terus mengupdate berita dan informasi terbaru.

“Sehingga jurnalisme saat ini dituntut untuk adaptif, kreatif dan inovatif agar tetap berdaya saing dan mampu menghasilkan produk media dan jurnalisme yang berkualitas, sebab masyarakat saat ini ingin lebih cepat mendapatkan informasi dan berita, mudah-mudahan semuanya bisa bertahan dan terus membangun Kabupaten Bogor dengan berita-berita yang tentunya konstruksif,” harap Ade Yasin.

Tambah Ade Yasin menerangkan bahwa seorang jurnalis saat ini juga harus bisa menguasai teknologi multi media dan menyikapi kebebasan pers serta menghindari penyalahgunaan profesi wartawan bagi kepentingan yang bertentangan dengan kode etik wartawan. 

Katanya, diera kolaborasi pentahelix saat ini, dimana pembangunan dilakukan dengan melibatkan lima pilar, untuk itu Pemerintah Kabupaten Bogor tentunya kerkepentingan bersinergi dengan pers sebagai media informasi pembangunan, agar masyarakat bisa berpartispasi dan ikut memanfaatkan berbagai capaian pembangunan.

“Untuk itu setiap wartawan harus memiliki kompetensi yang dapat diandalkan,  tentunya kami pun akan tetap  mendorong dan memfasilitasi dalam hal profesional jurnalisme. PWI tentunya sebagai organisasi yang menghimpun profesi wartawan hendaknya terus berupaya menjadi wadah pengembangan kapasitas dan sarana dialog untuk menjadikan Pers Indonesia sebagai sumber informasi yang akurat, bijaksana, edukatif dan independen dalam melakukan kontrol sosial melalui kritik yang konstruktif,” imbuhnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.