Keberadaan PETI Di Sarongge Ciemas Diduga Miliki WNA Dikeluarkan Warga

oleh -94 views

SUKABUMI-Aktivitas pertambangan ilegal (PETI) yang diduga milik Warga Negara Asing (WNA) diwilayah Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menuai keresahan ditengah masyarakat, Sabtu (5/2/22).

Informasi yang dihimpun, seperti aktivitas PETI yang nampak di Kampung Sarongge, Rt 003/004, Kedusunan Ciemas II, Desa/Kecamatan Ciemas, mencuat ragam lontaran keluhan atas keberadaan perusahaan tambang ilegal yang baru baru ini berdiri diwilayahnya.

“Keberadaan PETI di wilayah Sarongge dengan tegas sangat terganggu dan pastinya warga Sarongge yang pertama akan terdampak. Kami berharap pemerintah daerah/provinsi untuk menutup perusahaan pertambangan yang diduga ilegal,” kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Dampak sederhana yang di keluarkan warga, seperti adanya tumpukan lumpur bercampur bahan kimia dari bekas galian tambang. Apalagi ketika musim penghujan, lumpur tersebut dipastikan masuk dan mengalir ke sawah milik warga Sarongge.

“Kalo terus dibiarkan tanpa ada upaya penutup, berdampak jangka panjang akan dirasakan warga,” kata dia.

Dari hasil investigasi tim dilapangan, warga yang mengeluhkan dampak negatif, dalam pengumpulan barang bukti dan keterangan, adanya aktivitas dan bangunan konstruksi pertambangan yang diduga liar dan tidak berizin. Selain itu, ditemukan bahan kimia berbahaya CN yang disimpan tertutup disimpan di sebuah gudang khusus.

“Bahan Kimia berbahaya jenis CN sangat berhaya jika seseorang terpapar oleh zat tersebut, akan menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, sehingga fungsinya terganggu dan mengakibatkan kematian,” jelasnya.

Yusup pekerja pertambangan ilegal tersebut, mengakui adanya bahan kimia jenis CN dan jenis kimia lainnya, digunakan untuk penunjang pengolahan.

“Iya pa, untuk proses pengolahan pakai CN, kebutuhan setiap kali pengolahan menghabiskan 3 tong, ada CN 30 kg, Kapur 2 kwintal, Karbon 25 Kg, Hostik 2 Kg dan HO 4,5 Lt,” ungkap dia.

Untuk mengetahui, hasil investigasi tim menemukan penampungan limbah yang diduga tidak memenuhi syarat keamanan AMDAL (Akibat Dampak Lingkungan).

Selain itu, sorotan mencuat pada aktivitas pertambangan pasir besi yang berlokasi di Kampung Ciputat Ciemas pun, itu masih milik orang yang sama. Yaitu pemilik pertambangan ilegal di Sarongge.(Red/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.