Lepas Ekspor Perdana Pupuk Batubara Ke Amerika, Bupati” Harus Jadi Ikon dan Menyejahterakan Rakyat”

oleh -76 views

Menurut H. Marwan, potensi pupuk batubara ini harus berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Bahkan, harus menjadi ikon pupuk di Sukabumi. “Ke depan, bisa menjadi ikon di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Sukabumi,- Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami melepas ekspor perdana pupuk batubara ke Amerika Serikat, Rabu, (09/02/2022.) Pelepasan tersebut, dilaksanakan di Komplek Sentris Blok A, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Pupuk batubara sendiri, merupakan hasil penemuan oleh R.Umar Hasan Saputra yang merupakan direktur utama PT. Bursatani Global Niaga.

Bahkan, pupuk batubara telah mendapatkan paten dari Amerika Serikat pada 16 Juni 2020.Di Kabupaten Sukabumi, CV. Debe Mitra Pratama merupakan unit produksi pupuk batubara Futura.H. Marwan Hamami mengatakan, ekspor pupuk batubara ini menjadi satu keyakinan baginya.

Terutama, mengenai potensi Kabupaten Sukabumi yang sangat luar biasa.”Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Terutama mengenai hal baru di Kabupaten Sukabumi, yakni pembuatan pupuk batubara,” ujarnya.

Menurut H. Marwan, potensi pupuk batubara ini harus berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Bahkan, harus menjadi ikon pupuk di Sukabumi. “Ke depan, bisa menjadi ikon di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Selain ke luar negeri, pupuk ini bisa dimanfaatkan oleh petani di Kabupaten Sukabumi. Apalagi, telah mendapatkan paten dari luar negeri.”Maka dari itu, kita akan membuat demplot terkait pupuk ini. Nanti petani bisa melihat hasilnya dan diaplikasikan di lahan mereka,” ungkapnya.

Direktur Utama PT. Bursatani Global Niaga R. Umar Hasan Saputra mengatakan, Sukabumi saat ini sedang mencatatkan sejarah. Hal itu berkaitan pupuk batubara yang diekspor ke Amerika Serikat. Di mana, ekspor ke negara adidaya tersebut tidaklah mudah.”Di tempat ini, sejarah itu dimulai,” bebernya.

Menurutnya, batubara memiliki kandungan yang luar biasa. Apalagi, batubara itu berasal dari tanaman yang menjadi fosil.”Namun batubara dijadikan pupuk tidak bisa secara langsung. Perlu adanya teknologi. Teknologi inilah yang diberikan ke saya berdasarkan hasil penelitian beberapa tahun lalu. Bahkan patennya diakui dunia,” pungkasnya.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.