Ratusan Tahun Makam Keramat Raga Bumi Tanpa Perhatian Pemerintah ?

oleh -244 views

Bandung Barat.transmetro.id –
Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menyimpan ragam wisata diantaranya Wisata religi Situs Makam Keramat Raga Bumi, namun konon malam keramat yang sudah berusia ratusan tahun tersebut luput dari perhatian pemerintah setempat.

Kunjungan sekaligus kontrol sosial Awak Media beserta Panguyuban Kibuyut Sancang ke situs Makom Keramat yang berada di Tempat Pemakaman Umun (TPU) Dusun lV Asged dilakukan Minggu malam (13/02/2022).

Ketika awak media mulai memasuki wilayah makom tersebut, tampak kondisi situs sangat memprihatinkan, mulai dari kondisi jalan akses menuju TPU yang terbengkalai dan tidak terawat, begitu juga bangunan makam terkesan tidak diurus dan kurang perhatian dari pemerintah setempat.

Salah satu warga Desa Galanggang yang engan disebutkan namanya sangat menyayangkan dengan keadaan dan kondisi situs tersebut, “Saya juga heran sekaligus sangat menyayangkan dengan kondisi tempat pariwisata ini, padahal kalau di urus benar dan profesional bisa menghasilkan keuntungan ekonomi bagi warga sekitar. Sebagai warga saya berharap kepada pemerintah daerah agar terhadap situs keramat ini ada pengelolaan dan perhatian dari Pemda, sehingga masyarakat sekitar mendapatkan manfaat dari sisi ekonomi”.

Begitu juga dengan kang Iday, Ketua Panguyuban Kibuyut Sancang menyampaikan kepada awak media : ” Pemerintah daerah harus segera memperbaiki sarana dan prasarana di lingkungan situs. Tempat ini sangat berpotensi menjadi tempat pariwisata, sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Bagaimana tidak, menurut informasi, jumlah pengunjung rata-rata yang datang tidak kurang dari 25 orang setiap hari,” pungkasnya.

Sayang awak media dan paguyuban tidak sempat menemui Kepala Desa untuk konfirmasi lebih lanjut, sedangkan nomor kontak Kepala Desa tidak ada yang punya, hingga awak media dan paguyuban kembali.
(Baron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.