Sejumlah Titik Jalan Nasional Sukaraja-Gekbrong Amburadul, Memicu Kemacetan dan Lakalantas

oleh -196 views

SUKABUMI-Pengendara yang kerap melintas diruas Jalan Raya Sukaraja-Gekbrong Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diselimuti rasa was-was dengan kondisi Jalan Nasional, mengalami kerusakan dan amburadul disejumlah titik.

Informasi yang dihimpun, kondisi kerusakan jalan bisa terlihat di Jembatan Sukaraja dan Jembatan Cimangkok. Selain kerusakan jalan yang mengalami lubangan dan retakan disepanjang jalan coran disepanjang jalan tersebut. Akibatnya, sejumlah pengendara kerap jadi korban lakalantas dan onderdil mobil kerap mengalami kerusakan.

“Sudah tahunan Jalan Nasional di ruas Sukaraja-Cimangkok-Gekbrong, kerusakannya sudah menghawatirkan. Kalo hujan sangat menyedihkan melihat kondisi ruas jalan tersebut, selain memicu kemacetan juga kerap terjadi lakalantas atau patah as roda,” kata Asep Suwardi, warga Gentong Kecamatan Sukaraja, Selasa (2/2/22).

Hal senada dikesalkan, Memet Hampur (44) sopir angkutan umum trayek Sukaraja-Gebrong, yang paling terparah di Jembatan Sukaraja, lobang-lobang tampak memicu kemacetan panjang. Akibatnya, laju sewa penumpang bisanya 5-6 rit setia hati, ini paling bagus 3 rit.

“Adapun ada perbaikan tambal sulam di Jalan Sukaraja, itu kalo sudah nampak parah, itu juga jarak waktu lama. Kerusakan saat ini, hampir tiga bulan lebih makin parah. Kalo tidak secepatnya dilakukan perbaikan dipastikan kerusakan jalan akan semakin meluas dan menimbulkan kemacetan parah dan kecelakaan,” kesal Memet.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris LSM Klimaks Sukabumi Agil Rahman, menilai, seharusnya kondisi Jalan Nasional yang notabene menyerap anggaran Pemerintah Pusat, itu harus menjadi prioritas dan diperhatikan.

“Memang sungguh miris melihat kondisi kerusakan Jalan Nasional Sukaraja-Gebrong. Padahal, pemerintah mengelontorkan anggaran puluhan miliar setiap tahunnya untuk Proyek Preservasi Jalan Nasional di Wilayah II Provinsi Jabar. Apa ini ada indikasi pemberian atau hanya menyerap anggaran saja untuk kepentingan segelintir oknum-oknum,” cetus Agil.

Agil menilai, ragam lontarkan kegeraman sejumlah masyarakat khususnya pengedara yang tidak nyaman saat melintas Jalan Nasional tersebut, Itu hal manusiwi dan harus segera disikapi oleh pihak pemerintah melalui Dinas PUPR Balai Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jabar.

“Sarana jalan merupakan insfratruktur vital bagi pere­konomian masyara­kat, jika kondisi rusak dan amburadul. Maka pere­konomian masyara­kat pastinya terhambat. Kami atas nama lembaga dan masyarakat menekan kepala pemerintahan segera mengintruksikan intansi terkait, segera melakukan perbaikan yang sesuai spesifikasi, agar kekuatan kontruksi bisa bertahan lama, jangan terkesan asal-asalan lah,” tandas Agil.

Red : Rudi Samsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.