Bersama STIFIn, TP PKK Kota Sukabumi Siap Dorong Pendidikan Anak dan Penanganan Stunting.

Foto : dokpim Sukabumi

SUKABUMI Transmetro.id– Pemerintah daerah siap mendorong kolaborasi lebih lanjut untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini melalui pendekatan yang berbasis pada kecerdasan genetik. Selain itu, pendidikan berbasis fitrah anak juga tak kalah penting, agar orang tua dan pendidik bisa menyesuaikan cara mendidik sesuai karakter anak.

Hal itu seperti dikatakan Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah saat menerima audiensi dari tim Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, Instinct (STIFIn) Indonesia pada Rabu (04-06-2025) di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi.

Pertemuan ini membahas peluang pemanfaatan konsep genetic intelligence berbasis STIFIn dalam sektor strategis, khususnya pendidikan usia dini dan penanganan stunting. STIFIn adalah metode yang mengidentifikasi kecerdasan genetik seseorang dengan mengklasifikasikan individu ke dalam lima tipe dominan.

Baca Juga  DPN Solmet Gelar Sidang Pleno, Bentuk DPD Kab.Sukabumi, Perkuat Pondasi NKRI

Dengan pendekatan ini, anak-anak bisa dikenali lebih awal potensi dan karakternya sehingga pendidikan maupun pengasuhan menjadi lebih tepat sasaran dan personal.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Hj. Ranty Rachmatilah, Foto : dokpim Sukabumi

“Konsep STIFIn sangat menarik dan relevan untuk diterapkan mulai dari jenjang PAUD. Saya menilai bahwa kesalahan arah dalam pendidikan sering terjadi karena pendekatan yang tidak sesuai dengan karakter anak. Dengan STIFIn, hal ini bisa dihindari sejak dini,” terang Ranty.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis pada fitrah anak agar tidak terjadi benturan antara gaya pengasuhan orangtua dan kebutuhan psikologis anak. Pendekatan ini dipercaya dapat mengurangi konflik dalam pengasuhan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Tak hanya dalam pendidikan, STIFIn juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung program penanganan stunting. Dengan memahami karakter dan kebutuhan anak secara individual, strategi pemenuhan gizi pun bisa dirancang lebih tepat dan efisien.

Baca Juga  Walikota Sukabumi, Serap Aspirasi Kelompok Rentan Melalui Musrenbang Inklusif, Tekankan Pembangunan yang Ramah Disabilitas, Lansia, Perempuan, dan Anak.
Foto : dokpim Sukabumi

Ranty membuka peluang kerja sama lintas sektor sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi ini. Salah satu bentuk awal implementasi yang digagas adalah melalui kader-kader PKK, yang dinilai memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan anak-anak di masyarakat.

“Dengan pendekatan ilmiah dan aplikatif, kita berharap, STIFIn mampu menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Kota Sukabumi sebagai kota sehat, cerdas, dan berkarakter,” pungkasnya.

doc/info/dkpsmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *