Sukabumi Transmetro.id – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri kegiatan Sharing Session Keluarga Kreator Sukabumi yang digelar di Grand Permata Hijau Hotel, Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Disporapar Kota Sukabumi, jajaran pelaku ekonomi kreatif, komunitas digital, serta para konten kreator di Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa Kota Sukabumi memiliki karakteristik sebagai kota perdagangan barang dan jasa yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah. Karena itu, pembangunan daerah perlu didorong melalui kreativitas masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari berbagai sektor, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, di era kepemimpinan saat ini terdapat berbagai keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah, sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar Kota Sukabumi dapat semakin mandiri dan berkembang. Salah satu mitra strategis yang dinilai memiliki peran penting ialah para konten kreator yang mampu membangun peradaban baru melalui media sosial dengan menyebarkan informasi, edukasi, serta promosi positif tentang Kota Sukabumi.
Wakil Wali Kota menuturkan, kehadiran wisatawan ke Kota Sukabumi harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan PAD dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, promosi wisata terus didorong melalui berbagai program, di antaranya konsep walking city tour, promosi kuliner, UMKM, hingga potensi ruang publik dan budaya lokal.
Selain sebagai sarana promosi, konten kreator juga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi profesi yang menjanjikan di masa depan. Pemerintah Kota Sukabumi pun mendorong agar para kreator lokal dapat terus berkembang dan berkolaborasi dengan pemerintah maupun pelaku usaha guna meningkatkan kapabilitas dan kualitas konten yang dihasilkan.

Dalam kesempatan tersebut, isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui budaya memilah sampah sejak dari sumbernya. Namun demikian, perubahan budaya di masyarakat memerlukan proses edukasi yang berkelanjutan.
Karena itu, para konten kreator diajak untuk turut mengambil peran melalui konten edukatif terkait lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan lubang biopori, hingga budidaya maggot sebagai solusi pengurangan sampah organik. Pemerintah berharap edukasi melalui media sosial dapat lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam wawancara terpisah, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada para konten kreator Kota Sukabumi yang selama ini aktif membantu menyebarluaskan informasi positif mengenai pariwisata, lingkungan, dan berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk kesadaran masyarakat sekaligus mempromosikan potensi daerah secara luas.
“Awalnya mungkin banyak yang belum tahu, sekarang jadi tahu. Ini berkat kontribusi teman-teman konten kreator melalui media sosial. Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan kreator diharapkan dapat terus meningkatkan kemajuan Kota Sukabumi,” ujarnya.*
Red/dokpim smi







