Sukabumi Transmetro.id – Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menghadiri kegiatan Bazaar Bayar Pakai Sampah yang dirangkaikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Roempi Cahaya Indonesia melalui Bank Sampah Cahaya tersebut turut dihadiri Ketua Restoe Boemi, Kia Florita, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, komunitas peduli lingkungan, pengelola bank sampah, pelaku UMKM, relawan, serta masyarakat Kota Sukabumi yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Selain menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, kegiatan ini juga menghadirkan puluhan stan bazar yang menawarkan beragam produk UMKM, makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga fesyen.
Berbeda dengan bazar pada umumnya, masyarakat dapat berbelanja menggunakan sampah anorganik yang telah dipilah sebagai alat pembayaran.
Sampah yang dibawa warga terlebih dahulu ditimbang dan dikonversi menjadi nilai ekonomi, kemudian digunakan untuk bertransaksi di stan bazar yang telah bekerja sama.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang mampu menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta aksi kemanusiaan dalam satu gerakan bersama.
“Kegiatan ini bukan sekadar bazaar biasa. Ini adalah jembatan kreatif yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sampah yang selama ini sering dipandang sebagai masalah, hari ini diolah menjadi peluang, menjadi alat tukar, bahkan menjadi simbol perubahan pola pikir kita bersama,” ujar Bobby Maulana.
Ia menegaskan bahwa perubahan pola pikir masyarakat harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah. Dengan mengusung semangat “Sampah Berkah, Buang Sampah Rugi”, Bobby mengajak seluruh masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar sampah di pekarangan maupun lubang pembakaran di belakang rumah (jarian), karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
“Sudah saatnya kita tinggalkan kebiasaan lama membakar sampah di jarian. Secara medis dan ilmiah, asap pembakaran sampah menghasilkan senyawa dioksin dan furan yang mengandung mikropartikel berbahaya bagi paru-paru dalam jangka panjang. Sekarang, sampah harus kita pilah dari rumah karena punya nilai ekonomi nyata yang memudahkan urusan hidup kita semua,” tegasnya.
Menurut Bobby, pemilahan sampah dari rumah akan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari mempermudah proses pengelolaan sampah hingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sampah anorganik yang telah dipilah dapat disalurkan melalui berbagai bank sampah maupun mitra swasta di Kota Sukabumi sehingga memiliki nilai ekonomi yang dapat menambah penghasilan warga.
“Pilah sampah dari rumah. Itu akan memudahkan semua pihak dan memudahkan urusan hidup kita. Di Kota Sukabumi sudah banyak jejaring bank sampah, mulai dari Bank Sampah Cahaya, Point Trash, Bank Sampah Unit Mandiri (Bank Sami), hingga Bank Sampah Induk. Sampah yang dipilah dapat memiliki nilai ekonomi, bahkan hasilnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” ungkapnya.
Sementara itu, sampah organik juga dapat dimanfaatkan menjadi kompos, biopori, maupun dikelola melalui rumah maggot sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bobby Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi terus menerapkan pola penanganan sampah secara kreatif pada berbagai kegiatan masyarakat.
Salah satunya saat penyelenggaraan konser musik di kawasan Surya Kencana, di mana dari sekitar 4,4 ton sampah yang dihasilkan, sebanyak 2,2 ton berhasil ditangani langsung melalui bank sampah dan rumah maggot sehingga hanya sekitar 2,4 ton yang dibawa ke TPA Cikundul. Pola serupa juga diterapkan pada sejumlah kegiatan lainnya sebagai upaya mengurangi beban sampah di TPA.
Selain pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Sukabumi juga terus melakukan penataan kawasan strategis, khususnya di koridor Jalan Ahmad Yani yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dan tujuan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Penataan dilakukan melalui penguatan aspek kebersihan, penataan pedagang kaki lima, serta pengaturan parkir guna menciptakan kawasan kota yang tertib, nyaman, dan bersih.
Kegiatan Bazaar Bayar Pakai Sampah juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Menurut Bobby, perpaduan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan.
“Pemerintah Kota Sukabumi sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kami berharap gerakan ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus berkembang dan menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk peduli lingkungan serta aktif dalam kegiatan sosial,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bobby Maulana mengajak seluruh masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya sehari-hari serta terus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan Kota Sukabumi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.*







