Kasus Kematian Bocah di Sukabumi, Polisi Usut Tuntas Terhadap Terduga Pelaku

Polres Sukabumi Tingkatkan Kasus Kematian Bocah NS ke Penyidikan, Dugaan Kekerasan Menguat

Palabuhanratu, transmetro.id – Senin, 23 Februari 2026, 00.50.00 WIB Laporan, Linda Herlina, Editor Hep.

SUKABUMI – Kasus meninggalnya NS (13), bocah asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, kini resmi ditingkatkan ketahap penyidikan. Polres Sukabumi menyatakan telah menemukan alat bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Minggu (22/02/2026).

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan secara maraton selama 24 jam sebelum menaikkan status perkara.

“Setelah dilakukan pendalaman, kami menemukan alat bukti yang cukup sehingga perkara ini dinaikkan ke tahap penyidikan. Ada dugaan tindak pidana berupa kekerasan, baik fisik maupun psikis, terhadap korban,” ujar Samian.

Baca Juga  Dua Orang Warga Jadi Korban Pembacokon Gengster di Tanah Sereal Bogor.

Ia menegaskan, proses penanganan dilakukan secara profesional dengan menerapkan metode scientific crime investigation agar seluruh rangkaian penyidikan berbasis bukti ilmiah. Polisi juga memantau perkembangan informasi di media sosial, namun tetap fokus dan tidak terpengaruh opini yang berkembang di ruang publik.

Dalam upaya memperkuat pembuktian, Polres Sukabumi berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendalami aspek psikologi forensik. Selain itu, penyidik turut melibatkan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia guna melakukan pemeriksaan toksikologi forensik serta langkah investigasi lanjutan lainnya.

Terkait ibu tiri korban berinisial DR, penyidik telah melakukan Berita Acara Interogasi (BAI) dan kini mendalami keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Polisi memastikan akan memeriksa seluruh alibi secara menyeluruh dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan hukum.

Baca Juga  Sumringah, Tepat di HUT RI-78, Ceceng dan EN Mendapat Kado di Polres Sukabumi

Dari hasil visum luar, ditemukan luka pada tubuh dan wajah korban yang diduga akibat trauma panas serta benturan benda tumpul. Sementara itu, hasil autopsi masih menunggu keterangan resmi dari ahli forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga saat ini, sebanyak 16 saksi telah diperiksa. Penyidik juga terus mengerucutkan bukti tambahan guna mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan meninggalnya bocah tersebut.###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *