Pusat Konsultasi Keluarga Ayeuna, Ketua TP-PKK Kota Sukabumi,: Tingkatkan Layanan Konseling Keluarga.

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah,

Sukabumi Transmetro.id – Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menggelar kegiatan sosialisasi Ponsel Ayeuna (Pusat Konsultasi Keluarga Ayeuna) yang bertempat di Ruang Pertemuan Kecamatan Cikole, Senin (4/5) siang. Kegiatan ini dihadiri, Kepala Dinas Dalduk, serta Camat Cikole dan Camat Citamiang.

Dalam pemaparannya, Ranty menyampaikan gambaran umum kondisi kependudukan Indonesia. Berdasarkan data proyeksi Dukcapil dan BPS tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 288,3 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, kelompok usia produktif (15–64 tahun) mendominasi dengan sekitar 199 juta jiwa. Sementara itu, kelompok anak-anak dan remaja di bawah usia 24 tahun mencapai sekitar 88 juta jiwa, menunjukkan potensi besar sumber daya manusia muda di masa depan.

Adapun jumlah lansia (65+) telah mencapai sekitar 22 juta jiwa dan terus meningkat seiring bertambahnya angka harapan hidup yang kini berada pada kisaran 73–75 tahun.

Baca Juga  Syukuran dan Pesta Nelayan Kecamatan Cisolok ke-28, ASDA II : Strategi Peningkatan Promosi Pariwisata.

Untuk tingkat Kota Sukabumi, berdasarkan data agregat Disdukcapil tahun 2025, jumlah penduduk berada di kisaran 373.189 hingga 377.987 jiwa. Komposisi penduduk menunjukkan dominasi usia produktif (25–64 tahun) yang mencapai lebih dari 257 ribu jiwa.

Selain itu, generasi muda juga menjadi kelompok terbesar, dengan Generasi Z (usia 17–29 tahun) berjumlah sekitar 93.393 jiwa. Kelompok anak-anak dan remaja mencapai sekitar 117 ribu jiwa, yang menjadi fondasi penting bagi masa depan kota.

Sementara itu, jumlah lansia relatif seimbang dengan bayi dan balita, menandakan meningkatnya kualitas hidup serta mulai terkendalinya angka kelahiran.

Ranty Rachmatilah menjelaskan bahwa program Ponsel Ayeuna bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan konseling keluarga, mencegah dan menurunkan risiko permasalahan keluarga melalui edukasi dini, serta memperkuat kapasitas individu dan keluarga dalam menghadapi persoalan psikososial.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan keluarga rentan melalui sistem rujukan terpadu serta memperkuat sinergi layanan PPKS dan PUSPAGA SAMARADA dalam satu sistem layanan.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-29 Th. Sidang 2023 DPRD Kab.Sukabumi, APBD TA 2024

Dari sisi pemerintah daerah, program ini memberikan manfaat berupa optimalisasi layanan keluarga tanpa tumpang tindih program, peningkatan efektivitas penanganan kasus sosial, tersedianya basis data keluarga sebagai dasar penyusunan kebijakan, serta peningkatan indikator pembangunan dan ketahanan keluarga.

Lebih lanjut, Ranty memaparkan konsep ketahanan keluarga periode 2025–2030 yang berfokus pada pendekatan siklus hidup.

Strategi ini dirancang agar setiap tahap kehidupan mendapatkan intervensi yang tepat, mulai dari usia sekolah dan remaja melalui edukasi dan konseling, usia kerja melalui penguatan ekonomi keluarga, hingga lanjut usia melalui peningkatan kualitas hidup agar tetap produktif dan berperan aktif dalam keluarga.

Adapun lima tujuan utama pembangunan keluarga ke depan meliputi optimalisasi fungsi keluarga, peningkatan kualitas anak, serta penguatan kualitas remaja melalui layanan edukasi dan konseling kehidupan berkeluarga.

Baca Juga  Segenap Pimpinan Dan Anggota DPRD Kab. Sukabumi Ucapkan Selamat Harlah Pancasila

Program ini juga diimplementasikan melalui kelompok kegiatan, seperti BKB (Bina Keluarga Balita) yang berfokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, BKR (Bina Keluarga Remaja) sebagai bagian dari program GenRe, BKL (Bina Keluarga Lansia) untuk mewujudkan lansia tangguh, serta UPPKS yang diarahkan pada pemberdayaan ekonomi keluarga.

Selain itu, Program GenRe (Generasi Berencana) turut diperkenalkan sebagai “GPS masa depan” bagi generasi muda, dengan mendorong perencanaan hidup yang matang agar remaja mampu meraih masa depan yang lebih baik.

Sebagai penutup, Ranty menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kelompok kegiatan di tingkat kelurahan/desa. Sinergi antara BKB, Posyandu, dan PAUD juga menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dan sejahtera.

“Melalui Ponsel Ayeuna, diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan konsultasi keluarga yang mudah diakses, sehingga mampu membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan sejahtera,” tutupnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *