Foto tribunnews.com 20/02/2025 16:40:14
TRANSMETRO, – Seorang petani bernama Hamid (35) dari Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Barat, meninggal dunia setelah dikeroyok, Rabu (19/2/2025).
Hamid mengalami luka parah akibat senjata tajam jenis celurit dan meninggal saat menjalani perawatan di RSUD dr Moh Saleh, Kota Probolinggo.
Hamid mengalami insiden tersebut ketika sedang memupuk tanaman jagung di sawahnya sekira pukul 11.00 WIB.
Tiba-tiba, ia diserang oleh empat orang, di antaranya Rohman, Alim, Sohib, dan Faisol, yang merupakan warga Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto.
Mereka langsung mengeroyok Hamid, yang saat itu juga membawa senjata tajam dan berusaha memberikan perlawanan.
Kepala Desa Kareng Kidul, Ahmad Suladi, mengonfirmasi Hamid meninggal dunia sekira pukul 16.00 WIB setelah mengalami luka serius di bagian tangan kiri dan perut.
“Benar, korban Hamid sudah meninggal dunia di rumah sakit. Sekarang sudah selesai dikubur,” kata Suladi. dikutit tribunnews.com
Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainal Arifin, menjelaskan, Hamid mengalami sekitar sepuluh luka, dengan yang paling parah berada di tangan dan perut.
“Jika ada hasil pengembangan lebih lanjut, akan kami kabari lagi,” ungkapnya.
Insiden ini diketahui berawal dari tindakan Hamid yang menggoda istri orang melalui pesan singkat WhatsApp.
Tindakan ini memicu kemarahan para pelaku, yang kemudian melakukan penganiayaan terhadapnya,(AI).
red- frans hp.







