*Penyemprotan Nyamuk di Sukabumi Hindari Wabah DBD*

*Penyemprotan Nyamuk di Sukabumi Hindari Wabah DBD*

Kota Sukabumi-transmetro.id Selasa, 11 Juni 2024, Laporan Hans S W.

SUKABUMI,-Saat ini diduga ada pasien DBD yang menjangkiti anak-anak di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Menurut nara sumber kami Weli, diduga hal itu karena nyamuk demam berdarah tengah _bergentayangan._

Meski upaya fogging (pengasapan) bisa saja dilakukan, namun setelah adanya penyelidikan epidemiologi, melakukan fogging dengan menggunakan insektisida hanya akan membunuh nyamuk dewasa, ujung-ujungnya dapat membahayakan kesehatan manusia.

Saat wabah COVID-19 tahun 2020 -2022 fogging bukan strategi utama dalam pencegahan DBD, fogging tidak direkomendasikan karena akan menyebabkan kerumunan massa.

Diketahui sebanyak 366 warga Kota Sukabumi terjangkit demam berdarah dengue (DBD) sejak awal 2022 hingga Maret 2022. Lima orang di antaranya meninggal dunia akibat penyakit DBD.

Baca Juga  Curhat Knalpot Bikin Resah, Polres Sukabumi Amankan 30 Sepeda Motor

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih mengatakan saat itu terjadi peningkatan kasus DBD di Sukabumi. Sehingga pihaknya mengatakan, kedepan akan diperbaiki beberapa mekanisme yang dapat mempercepat penanganan DBD, mulai dari perbaikan mekanisme pelaporan, diagnosa hingga penanganan.

Sudah lebih 2 tahun kasus DBD sejak 2022 sempat teralihkan oleh penanganan pandemi COVID-19. Kini dinas Kesehatan perlu , memfokuskan lagi pencegahan dan penanganan DBD karena kasus COVID-19 sudah selesai.

Dua tahun lalu pun Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Wahyu Handriana menjelaskan melanisme pelaporan kasus DBD tidak mengalami banyak perubahan. Yaitu, pelaporannya harus cepat dan diagnosis menggunakan dasar dari Kementerian Kesehatan, yang melaporkan rumah sakit karena DBD yang mendiagnosis dokter.

Baca Juga  BREAKING NEWS: FIFA Batalkan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Pemerintah Kota Sukabumi telah mengeluarkan Surat Edaran terkait Kejadian Luar Biasa. Dalam SE tersebut dijelaskan, pemberantasan sarang nyamuk atau PSN 3 M plus dan gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J) harus dilakukan untuk menyikapi Kejadian Luar Biasa (KLB) saat naiknya kasus DBD di musim pancaroba.

Adapun 3M yang dimaksud yaitu menguras, menutup, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang. Inilah peran Jumantik yang paling utama, bukan sekedar minta tanda tangan warga bahwa bak mandi sudah diperiksa padahal masuk ke rumah pun tidak.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *