Tasyakuran Kelulusan & Kenaikan Kelas Merupakan Momentum Menggerakan Ekonomi Masyarakat

Tasyakuran Kelulusan & Kenaikan Kelas Merupakan Momentum Menggerakan Ekonomi Masyarakat

Ciawi, transmetro.id- Jum’at, 26 Juni 2026, Laporan Cr. : Muzni/Syarif  Redaktur Frans Hp.

BOGOR, Tasyakuran Kelulusan & Kenaikan Kelas SD Plus Baitussurur Kp. Kambangan RT. 03/ RW. 04 Desa Banjarwangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, bahwa acara Tasyakuran Kelulusan & Kenaikan Kelas seperti ini, bukan hanya mempruduk anak – anak menjadi pintar, tetapi merupakan momentum Menggerakan Ekonomi masyarakat, ucap Kades, Supratno Prasetyo, SE alias, kang Pram di sela-sela usai kegiatan tersebut (Rabu, 24/6- 2026)

Bang Pam mengatakan, Kegiatan seperti ini, adalah sebagai hiburan, srimunial serta kenangan yang indah bagi anak Didik kita. Selain itu pula, warga sekitarnya dapat mengais rezeki dari berjualan aneka macam makanan dan jajanan anak – anak. “Bayangkan kalau di Desa Banjarwangi dalam satu hari ada 4 sekolahan yang mengadakan kegiatan serupa, nah sudah barang tentu akan berdampak menghidupkan serta meningkatkan ekonomi warga sekitarnya”, tegas Bang Pram.

Baca Juga  Pj. Walikota Sukabumi Fasilitasi Pemberian Santunan BPJS Ketenagakerjaan Senilai 192jt

Pihaknya mengutip ucapan program Presiden Prabowo Subianto, bahwa tidak ada lagi anak – anak Indonesia yang tidak Sekolah, tandas Bang Pram.

Sementara itu, Ketua Yayasan SD Plus Baitussurur, KH. M. Abdul Kodir mengungkapkan, bahwa Kelulusan Murid kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 tahun ini, terdapat 24 orang, sedangkan ruang belajar yang ada hanya 6 ruangan, 1 ruang Kantor, 1 Ruang Kepsek dan 1 ruang Guru. Oleh sebab itu, kami meminta Dinas pendidikan, bidang Sarana dan Prasarana Pemkab Bogor supaya merealisasikan penambahan bantuan 2 ruang belajar dan Mobler (Meja + Kursi) untuk kebutuhan 3 ruang belajar, sebab selama ini kondisinya sebagian besar sudah pada roboh/ rusak, ujar KH. Abdul Kodir, dengan panggilan akrabnya Pak Yai.

Baca Juga  Sambangi Wilayah Kecamatan Megamendung, Pemkab Bogor Resmikan Kampung Hidroponik Serta Distribusikan 500 Ribu Bibit Tanaman.

Pak tadi juga menghimbau Pemerintah, supaya dapat meningkatkan kesejahteraan gaji guru Honorer, di mana selama ini, kami hanya mengandalkan Dana Operasional Sekolah (BOS) untuk menggaji guru kami, yg rata – rata Rp. 450 ribu s/d Rp. 500 ribu/ Guru perbulan, sedang guru yg ada terdapat 13 guru Honorer, papar Pak Yai.

Hal senada, di benarkan oleh Ustadz Cucu Junaedi, Selaku Ketua MUI Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi sarana dan Prasarana Pendidikan SD swasta di Wilayah Kecamatan Ciawi khususnya, kondisi yang sampai saat ini terjadi di SD Plus Baitussurur, kami menghimbau Pemkab Bogor supaya kedepan memprioritas SD swasta tersebut, sebab tidak ada Perbedaan sedikitpun juga antara sekolah Negeri dan Swasta”, ujarnya.

Baca Juga  Penjabat Wali Kota Sukabumi Pimpin Operasi Gabungan Tertibkan Tempat Hiburan

Bantuan rehabilitasi serta Mobler itu, di harapkan segera terealisasi, sehingga tercipta Keamanan serta kenyamanan anak Didik dalam melaksanakan Kegiatan Belajar mengajar (KBM), sehingga program yang di canangkan Pemerintah, Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 segera Sukses tanpa ekses, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *