Wujudkan Lingkungan Bersih, Wakil Wali Kota Sukabumi Sigap Benahi Jalan Ahmad Yani Menuju Kawasan Bersih dan Tertib.

Sukabumi Transmetro.id – Langkah penataan kawasan Jalan Ahmad Yani yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi bukanlah gerakan sesaat. Upaya membangun wajah pusat kota yang bersih, tertib, dan nyaman terus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan persuasif, edukasi, hingga penertiban lapangan.

Komitmen tersebut kembali terlihat saat Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yudi Sutriana; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Een Rukmini; serta Kepala Dinas Perhubungan Iskandar melakukan penyisiran serta penertiban terpadu di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Ahad (2/8) malam.

Peninjauan itu menjadi kelanjutan dari gerakan yang telah dimulai sejak akhir 2025, ketika Bobby Maulana turun langsung memberikan sosialisasi pengelolaan sampah kepada para pelaku usaha di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga  Wali Kota Sukabumi Resmikan Kantor Cabang BJB Syariah, Langkah Strategis Perluas Layanan Keuangan Syariah yang Inklusif.

Saat itu, Wakil Wali Kota Sukabumi bersama Dinas Lingkungan Hidup mengajak setiap pemilik usaha menyediakan tempat sampah di depan tokonya sebagai langkah sederhana untuk mencegah sampah berserakan di trotoar maupun badan jalan.

Kini, hasil dari pendekatan tersebut mulai terlihat. Bobby menyampaikan sebagian besar pedagang telah menjalankan standar operasional yang disosialisasikan pemerintah.

“Saya bersama Kadis DLH Pak Yudi, Kadishub Pak Iskandar, dan Kadis Kumindag Bu Een. Setelah dilakukan penyisiran, para pedagang ini rata-rata sudah mengikuti SOP. Mereka sudah menyediakan tempat sampah dan melakukan pemilahan sampah,” ujar Bobby.

Bagi Wakil Wali Kota Sukabumi, penataan kawasan tidak hanya berbicara tentang kebersihan fisik, tetapi juga perubahan budaya.

Baca Juga  Perayaan HUT Ke-105 RSUD R. Syamsudin, S.H, Wali Kota Sukabumi,: Teguhkan Pelayanan Publik Lebih Baik.

Karena itu, pendekatan yang ditempuh lebih mengedepankan komunikasi dan edukasi agar pelaku usaha memiliki kesadaran mengelola sampah sejak dari sumber.

Pedagang diajak memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri, kemudian menyalurkan sampah yang masih bernilai ke jaringan bank sampah maupun berbagai program ekonomi sirkular yang telah berkembang di Kota Sukabumi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Selain menjaga kawasan perdagangan tetap bersih dan nyaman, pemilahan sampah sejak awal mampu mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul.

Sampah anorganik pun tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga  Hadiri Wisuda UMMI, Wali Kota Sukabumi,: Dorong Peningkatan Kualitas di Sektor Pendidikan.

Bobby juga memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup yang terus bergerak cepat menjaga kebersihan kota.

“Saya juga mengapresiasi Tim Saber DLH yang selalu sigap dalam merespons masalah persampahan di Kota Sukabumi ini,” katanya.

Rangkaian sosialisasi, penyediaan fasilitas pendukung, hingga penertiban lapangan menjadi gambaran konsistensi Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Jalan Ahmad Yani diproyeksikan menjadi etalase kota yang bersih, tertib, estetis, sekaligus mencerminkan budaya baru bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *