Peneliti Harvard Sebut Indonesia Negara Nomor 1 Dunia, Hasil Survei Kalahkan AS.

Foto: Foto Kolase Presiden AS, Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto. (AP Photo)

Transmetro.id – Dalam sebuah studi dari Universitas Harvard, nama Indonesia menjadi posisi teratas bahkan mengalahkan negara besar lainnya Amerika Serikat (AS). Peringkat tersebut terkait negara dengan tingkat berkembang atau flourishing tertinggi di dunia.

Laporan berjudul Global Flourishing Study melibatkan lebih dari 203 ribu responden dari 22 negara. Ini terkait kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritualitas.

Mereka disurvei dengan tujuh variabel serta data demografis seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan dan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, agama, dan riwayat pribadi.

Indonesia disebut menjadi negara yang paling berkembang dengan nilai skor 8,3. Ada juga negara seperti Israel (7,87), Filipina (7,71), Meksiko (7,64), dan Polandia (7,55).

Baca Juga  Pembukaan GPM: Bupati Sukabumi Tekankan Upaya Pemkab dalam Menangani Inflasi dengan Terobosan Pangan

Sementara Amerika Serikat (AS) berada di peringkat 12 dalam daftar dan Inggris di ranking ke-20 dari 22 negara. Para peneliti menjelaskan temuan tersebut menyoroti pepatah lama soal uang bukanlah segalanya. Kesejahteraan bukan terkait kekayaan atau kesehatan fisik saja.

“Berkembang itu multidimensi, dan berbagai negara berkembang dengan cara yang berbeda,” tulis tim peneliti dalam studi mereka, dikutip dari cnbcindonesia.com, pada Jum’at (13-06-2025).

Dalam laporan, tim peneliti mencatat banyak negara maju memang unggul dalam keamanan finansial. Sayangnya hal ini tak diikuti dengan aspek yang penting dalam kehidupan.

“Banyak negara maju memang mencatat skor tinggi dalam hal keamanan finansial, namun justru rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial,” kata para peneliti.

Baca Juga  Indonesia VS China Tayang Malam ini, Prediksi Jaga Peluang Lolos ke Piala Dunia 2026.

Indonesia, meski bukan negara terkaya, unggul dalam aspek hubungan sosial dan karakter pro-sosial. Kedua faktor itu penting menciptakan hubungan dan komunitas yang kuat.

Jepang sebagai salah satu negara kaya dan masyarakat yang hidup lebih lama, namun dinilai sebagai masyarakat yang tidak berkembang. Nilainya hanya 5,89, dan responden nya paling kecil kemungkinan menjawab ‘ya’ untuk pertanyaan apakah mereka memiliki teman dekat.

Selain Jepang, negara lain yang bernasib sama adalah Turki (6,32), Inggris (6,79), India (6,87) dan Spanyol (6,9).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *