Transmetro.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, kembali angkat bicara terkait kasus Raya, bocah tiga tahun asal Kampung Padangenyang RT 06/03, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, yang harus kehilangan nyawa akibat sekujur tubuh di penuhi cacing.
Peristiwa memilukan itu membuat KDM layangkan teguran kepada Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, yang dinilai telah abai terhadap warganya.
KDM menyebutkan bahwa kasus meninggalnya Raya di Kabupaten Sukabumi dengan kondisi dipenuhi cacing di dalam tubuhnya, tidak boleh terjadi lagi, termasuk di daerah lain.
“Bupati kita tegur, kita tegur keras. Ini tidak boleh lagi seperti itu. Sukabumi itu kan problemnya banyak, infrastrukturnya buruk, kemudian sembilan ribu rumah yang terkena gempa belum terehabilitasi. Ini diperlukan kecekatan Bupati untuk kerja keras, tidak bisa landai lagi,” ujar Dedi, Rabu (20/8/2025).
Dedi pun mendorong setiap Kepala Daerah agar proaktif terhadap warga dan lingkungannya. Menurutnya, sistem komunikasi di tingkat pemerintah Desa hingga ke Kecamatan dan Bupati harus diperbaiki.
“Bukan hanya Gubernur yang proaktif. Ini kan Gubernur telepon sana sini. Nanti saya bikin koordinator kepala Desa tiap Kecamatan kemudian ke Bupati. Nah nanti masyarakat boleh lapor. Harus lapor ke Kepala Desanya,” katanya.
Peristiwa yang terjadi pada Raya, kata dia, merupakan bukti tak ada perhatian dari pemerintah mulai dari tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.
Kondisi itu pun membuat warga terutama Keluarga Raya bingung harus melapor ke mana, saat membutuhkan bantuan. “Dikutip Tribunjabar.
Dedi pun meminta agar pola komunikasi di tingkat desa diperbaiki dan berjenjang saat ada peristiwa di daerah masing-masing.
“Kepala desanya nanti kan WA. Kan cepat lapor ke kecamatan-kecamatan, nanti lapor ke kabupaten, kabupatennya langsung akses ke saya, karena kalau saya langsung akses ke 5 ribu kepala desa, itu WA-nya nanti macam-macam, bukan yang berkepentingan,” ucapnya.
Sementara itu, orang tua Raya yang diduga mengalami ganguan jiwa serta menderita Tuberculosis sudah diberikan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Welas Asih.
“Kita sedang tangani dan kita juga ingin melakukan analisis, apa sih sebenarnya yang terjadi, dan kenapa sampai lolos tidak terperhatikan oleh lingkungan desa setempat, bidan setempat, Puskesmas setempat, dinas kesehatan, bupati,” jelasnya.







