Demi Mengurus Anak, ASN Memilih Mundur Dari Jabatannya, Berikut Ini Kisah Lengkapnya.

Demi Mengurus Anak, ASN Memilih Mundur Dari Jabatannya, Berikut Ini Kisah Lengkapnya. (Foto:Facebook)

Jakarta Transmetro.id – Sebuah kisah inspiratif kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya kali ini datang dari kehidupan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Fifi Sasta, yang dimana dirinya memilih untuk mundur dari pekerjaan nya itu hanya untuk mengurus sang buah hati tercinta.

Kisah itu ia tuangkan pada akun Instagram pribadi @fifi.sasta. Dalam unggahan tersebut, Fifi mengungkap momen yang menjadi titik balik dalam hidupnya, yakni keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya demi lebih memperhatikan buah hatinya.

Fifi mengaku sudah lama menyimpan rapat kisah ini sebelum akhirnya berani membagikannya kepada publik. Ia menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya masih aktif bekerja sebagai ASN. Suatu pagi, di tengah kesibukannya, ia menerima pesan dari guru sekolah anaknya, Alel.

Baca Juga  Cegah Macet dan Antisipasi Bencana Jelang Nataru 2025, Polda Jabar Tinjau Kesiap Siagaan Pengamanan di Wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Aku tidak akan lupa pesan yang datang pada hari itu. Bukan karena marah kepada pengirimnya, justru aku berterima kasih atas keberanian gurunya di sekolah menyampaikan fakta pahit ini kepadaku,” tulis Fifi dalam unggahannya.

Pesan tersebut berisi penuturan guru yang setiap pagi mendapati Alel datang ke sekolah dalam kondisi jarang dimandikan oleh bibinya. Bahkan, beberapa kali ditemukan dengan kotoran (feses) yang sudah mengering. Mendengar hal itu, Fifi mengaku lemas, terkejut, dan sedih.

Selama ini, ia merasa sudah tampil rapi dan merawat dirinya dengan baik, tetapi tidak menyadari bahwa anak yang ia titipkan justru tidak mendapatkan perawatan layak.

“Hari itu jadi titik balikku. Apa gunanya hebat di luar rumah kalau anak kurang perhatian?” tulisnya.

Baca Juga  Sidak pasar, Kapolres Sukabumi katakan untuk harga relatif stabil

Dalam unggahan tersebut, Fifi mengungkapkan bahwa pesan dari sang guru hanyalah satu dari sekian banyak “tamparan” yang ia terima. Ia juga mendapat kabar bahwa Alel mengalami keterlambatan bicara (speech delay), serta kedua anaknya mengalami kerusakan gigi (karies). Menurutnya, semua itu menjadi tanda betapa sibuk dan abainya ia sebagai seorang ibu pada masa itu. Dilansir Okezone, Jum’at (15-08-2025).

Fifi menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan siapa pun atas kondisi tersebut. Ia justru menganggap semua kesalahan berada pada dirinya sendiri. Akhirnya, ia memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya, bukan karena lemah, tetapi demi bisa hadir di masa kecil anak-anaknya.

“Bukan karena lemah, tapi aku mau ada di masa kecilnya,” ungkapnya, sembari mengakui bahwa ia sudah melewatkan banyak momen berharga bersama buah hati.

Baca Juga  Jokowi Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Lido

Di akhir ceritanya, Fifi menyampaikan pesan bahwa banyak ibu pekerja di luar sana yang tetap mampu mengurus anak dengan baik. Ia tidak ingin kisahnya dijadikan generalisasi.

“Ini hanya ceritaku, jangan dipukul rata,” tulisnya.

Ia pun berharap kisah ini dapat menjadi pengingat bagi para ibu untuk terus berjuang tanpa mengorbankan kebahagiaan sang anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *