Islami  

Ini Beberapa Pengertian Apa Saja Ciri-ciri Haji Mabrur.

Di Padang Arafah, jemaah haji akan berdiam diri untuk introspeksi diri, memanjatkan doa, dan memohon ampunan kepada sang pencipta. (HAZEM BADER/AFP)

Jakarta – Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi puncak dari perjalanan spiritual seorang Muslim. Pada 2025 ini, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan kewajiban ibadah haji ini.

Namun, tidak semua yang melaksanakannya mendapatkan hasil yang sama. Ada yang sekadar memenuhi syarat, dan ada pula yang mencapai tingkatan paling mulia yaitu haji mabrur.

Lantas, apa arti haji mabrur seperti yang didambakan oleh tiap muslim? Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebutkan tentang keutamaan pahala bagi jemaah haji yang mendapatkan predikat mabrur,

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya: “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR. Bukhari)

Baca Juga  Muhasabah Diri Mengenang Dosa Masalalu Yang Pernah Dilakukan.

Namun, apa sebenarnya makna dari haji mabrur? Dan bagaimana kita bisa mengenali apakah haji seseorang tergolong mabrur atau tidak? Berikut penjelasannya, dikutip dari Liputan6.com yang dirangkum dari berbagai sumber pada Senin (09-06-2025).

Pengertian Haji Mabrur

Tidak hanya kesiapan spiritual, fisik juga menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan. (HAZEM BADER/AFP)

Melansir dari laman kemenag.go.id, dari sisi bahasa, al mabrur adalah isim maf’ul dari akar kata al birru. Al birru itu artinya kebaikan atau kebajikan. Dengan demikian, al hajjul mabruru artinya haji yang diberikan kebaikan dan kebajikan.

Dari sisi istilah, haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah, kemudian berdampak pada kebaikan diri, serta bermanfaat bagi orang lain.

Oleh karenanya, al hajjul mabrur sebagai impian dari orang yang melaksanakan jemaah haji itu melalui tahapan. Haji mabrur bukan sesuatu yang given, tetapi selalu diusahakan tanpa henti.

Baca Juga  Padepokan Silatulrasa Gelar Acara Maulid Nabi, Tumbuhkan Kecintaan Kepada Rasulullah SAW. 

Tidak hanya saat pelaksanaan ibadah haji, tetapi dari persiapan, saat, dan pasca haji. Pelaksanaan ibadah akan sangat berpengaruh pada absah atau tidak absah haji. Kalau diterima atau tidaknya, itu urusan Allah.

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang wajib dilakukan pada tanggal 9 Zulhijah (pada tahun ini, jatuh pada 5 Juni 2025). Seluruh jemaah haji akan berkumpul di padang Arafah untuk berdzikir, berdoa, dan merenungkan kebesaran Allah SWT. (Foto oleh AFP)

Mengutip dari laman muhammadiyah.or.id, menerangkan tentang dua ciri haji mabrur, di antaranya:

Pertama, dermawan dan selalu menebar kedamaian

Hal ini berdasarkan hadis: “Dari Jabir ra. berkata; Rasulullah SAW bersabda: Haji mabrur, tidak ada balasan baginya melainkan hanya syurga, Mereka bertanya, Wahai Nabiyullah apa itu haji yang mabrur? Beliau bersabda: Memberikan makanan dan menyebarkan salam.” (HR. Ahmad).

Kedua, santun dalam bertutur kata

Dalam hadis disebutkan: “Dari Jabir ra. Berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah bersabda; Memberikan makanan dan santun dalam berkata.” (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi: Hadis ini sahih sanadnya namun tidak diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dan Muslim).

Baca Juga  Forum Silaturahmi ZIS Kab.Sukabumi, Gelar Istighosah dan Do'a Bersama." Untuk Jema'ah Haji Indonesia 2025"

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *