Sedikit Fakta Ulasan Mengenai Sejarah Gunung Salak Bogor.

Foto Istimewa Liputan6.com

BOGOR Transmetro.id ,- Nama Gunung Salak Bogor seakan sudah tidak asing lagi terdengar di telinga, pasalnya gunung yang dulu pernah menjadi berita besar di kala sebuah Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang dalam percobaan mengudara harus hancur di Gunung Salak dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Insiden kecelakaan itu menewaskan 38 penumpang, berikut 8 awak kapal.

Beberapa sumber ada yang mengaitkan kejadian itu akibat dari dunia ghaib yang tak terima wilayahnya di ganggu.

Namun sampai saat ini sudah sekitar 13 tahun pasca insiden kecelakaan itu terjadi, masih ada dalam mitos terkait adanya dunia ghaib.

Gunung Salak memiliki sejarah yang kaya, baik dari segi vulkanologi maupun sejarah budaya dan mitos setempat, gunung ini merupakan gunung api aktif yang terakhir kali meletus pada tahun 1938.

Baca Juga  Wali Kota Menerima Kunjungan Asistensi Dan Evaluasi Penerapan Sistem Merit

Dari segi nama, ada beberapa versi asal-usul yang beredar, termasuk dari kata “siloka” dan “salaka”, atau dari penemuan buah salak besar, serta dari nama Kerajaan Salakanagara. Selain itu, Gunung Salak juga memiliki peran penting dalam mitologi dan cerita rakyat, seperti sebagai tempat petilasan Prabu Siliwangi dan tempat bersemayam para dewa.

Berikut adalah beberapa poin penting tentang sejarah Gunung Salak:
  • Vulkanologi:

    Gunung Salak adalah gunung api strato tipe A yang aktif. Puncak Salak I dianggap sebagai puncak tertua, diikuti oleh Puncak Salak II dan Puncak Sumbul. Gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 1938. 

  • Asal-Usul Nama:

    Ada beberapa versi tentang asal-usul nama Gunung Salak, termasuk dari kata “siloka” dan “salaka”, atau dari penemuan buah salak besar. Versi lain menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari Kerajaan Salakanagara pada abad ke-4 dan ke-5. 

  • Sejarah Budaya:

    Gunung Salak diyakini sebagai tempat petilasan Prabu Siliwangi dan tempat bersemayam para dewa. Gunung ini juga menjadi simbol Mahameru dan dipercaya sebagai tempat yang sakral. 

  • Mitologi dan Cerita Rakyat:

    Gunung Salak dikelilingi berbagai mitos dan cerita rakyat, seperti cerita tentang kerajaan gaib, kampung setan, dan makhluk gaib. 

  • Peran dalam Konservasi:
    Sejak tahun 2003, Gunung Salak termasuk dalam wilayah konservasi yang dikelola oleh Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

(Fjr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *