Sukabumi Transmetro.id – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (Asjap) angkat bicara terkait peristiwa nahas meninggalnya Raya, seorang anak perempuan berusia 3 tahun, asal warga Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Ia menyebutkan bakal menindak tegas bagi seluruh perangkat daerah yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.
Asjap membenarkan bahwa dirinya sudah bertemu langsung dengan keluarga korban. Disamping itu, Bupati berpendapat adanya pola asuh yang kurang optimal sebagai salah satu faktor utama. Namun, ia membantah tudingan bahwa pemerintah daerah berdiam diri.
“Saya akan melakukan tindakan kepada aparat petugas kita (jika memang ada yang terbukti melakukan pelanggaran),” tegasnya didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan, Rabu (20/08/2025).
Masih dikatakan Asjap, perangkat desa, bidan, hingga puskesmas sudah berupaya memberikan pelayanan sebelumnya. Saya tegaskan bahwa kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran pemerintah.
Selain itu, ia meminta agar seluruh perangkat daerah, dari tingkat kecamatan hingga RT/RW, untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan, terutama bagi masyarakat miskin.
“Saya sudah menegaskan kepada seluruh perangkat daerah, jangan sampai terjadi dan terulang kembali masalah ini di Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.
Bupati juga menyoroti masalah teknis BPJS yang sempat tidak aktif, yang menjadi kendala saat keluarga Raya mencoba mengakses layanan kesehatan, dilansir Jurnalsukabumi. Kamis (21-08-2025).
Ia berharap pemerintah pusat dapat mendengar dan menindaklanjuti permasalahan ini demi kemudahan masyarakat.
Asjap juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah dan berjanji akan mengambil hikmah dari kejadian ini agar pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi bisa lebih baik ke depannya.
“Sekali lagi saya menegaskan kepada seluruh perangkat daerah jangan sampai terjadi dan terulang kembali masalah ini di kabupaten sukabumi. Dan saya permohonan maaf kepada warga Sukabumi atas kejadian ini, atas nama pemerintah,” jelasnya.*







